Iran Ultimatum Trump: Tinggalkan Timur Tengah Sebelum Wibawa AS Hancur
Abadikini.com, JAKARTA — Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) di tengah konflik yang semakin memanas di Timur Tengah. Teheran mendesak Washington segera menarik para pejabat dan pasukannya dari kawasan sebelum tekanan militer yang dihadapi AS semakin merusak reputasi negara tersebut.
Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad menyampaikan desakan itu dalam sesi virtual parlemen. Ia meminta Presiden AS mengakui kekalahan dan menghentikan narasi mengenai keunggulan militer Amerika.
Menurut Nikzad, mempertahankan keberadaan militer AS di Timur Tengah justru akan meningkatkan risiko bagi Washington. Ia menilai serangkaian serangan terhadap fasilitas dan pusat strategis Amerika menunjukkan bahwa posisi militer AS di kawasan mulai menghadapi tekanan serius.
Dalam pernyataannya, Nikzad bahkan mengklaim sejumlah pusat komando militer AS telah dihantam serangan. Ia menyebut kondisi tersebut membuat sejumlah komandan Amerika terpaksa mencari tempat berlindung, termasuk di hotel-hotel.
Klaim tersebut menjadi bagian dari narasi Teheran bahwa kemampuan AS untuk mempertahankan basis militernya di Timur Tengah mulai menghadapi tantangan besar.
Nikzad juga menyoroti kondisi psikologis para prajurit AS. Ia mengklaim konflik yang berkepanjangan telah meningkatkan tekanan mental di kalangan tentara Amerika, termasuk depresi dan kasus bunuh diri.
Ia turut menyebut adanya pasukan yang disebut telah berlabuh hingga ke wilayah pantai Thailand. Namun, sejumlah klaim tersebut perlu diverifikasi secara independen dan belum dapat dipastikan sebagai gambaran menyeluruh mengenai kondisi militer AS di kawasan.
Bagi Iran, serangkaian serangan terhadap fasilitas strategis AS menjadi simbol bahwa Washington tidak lagi berada dalam posisi yang sepenuhnya dominan di Timur Tengah.
Karena itu, Nikzad mengirimkan pesan terbuka kepada pemerintah AS: semakin lama pasukan Amerika bertahan di kawasan, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung Washington, bukan hanya secara militer tetapi juga dari sisi citra dan wibawa di mata dunia.
Desakan tersebut muncul ketika ketegangan Iran-AS terus meningkat. Teheran berupaya menunjukkan bahwa tekanan terhadap aset-aset militer Amerika dapat mengubah perhitungan strategis Washington di Timur Tengah.
Namun, klaim mengenai kerusakan fasilitas, kondisi para komandan, hingga dampak psikologis terhadap pasukan AS tetap perlu dibaca sebagai pernyataan dari pihak Iran sampai terdapat konfirmasi dari sumber independen.



