Empat Warga Tewas, Puluhan Luka, JD Vance Akui Operasi AS di Iran Bisa Salah Sasaran

Abadikini.com, WASHINGTON – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengakui kemungkinan terjadinya kesalahan dalam operasi militer AS yang diduga menyebabkan warga sipil menjadi korban di Iran.

Pengakuan itu muncul setelah serangan pada Selasa, 1 September 2026, menghantam sebuah rumah di Kuhestak, Kabupaten Sirik, ketika warga tengah menggelar pesta pernikahan. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan lainnya.

Vance belum memastikan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ia mengatakan pemerintah AS masih menyelidiki insiden itu sebelum mengambil kesimpulan.

Meski demikian, Vance tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan dalam operasi militer AS. Menurut dia, militer AS tidak memiliki kebijakan untuk menjadikan warga sipil sebagai sasaran, tetapi kekeliruan dalam sebuah operasi tetap dapat terjadi.

“AS tidak pernah mengincar warga sipil dalam pertempuran. Kami tidak akan pernah melakukan itu. Namun, sayangnya, jelas, sesuatu mungkin terjadi,” kata Vance dalam pernyataannya yang dikutip Jumat, 4 September 2026.

Ia menegaskan, setiap kesalahan yang dilakukan dalam operasi militer semestinya menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Ketika militer kami melakukan kesalahan, mereka belajar dari kesalahan itu agar dapat memperbaiki diri,” ujarnya.

Pernyataan Vance kembali menempatkan isu korban sipil dalam operasi militer AS di Iran di bawah sorotan. Terlebih, Washington sebelumnya juga menuai kritik terkait serangan terhadap sebuah kompleks sekolah di Minab pada Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan banyak orang, termasuk sejumlah besar anak-anak. Hingga kini, pemerintah AS belum mempublikasikan laporan lengkap mengenai hasil penyelidikan atas insiden tersebut.

Kasus terbaru di Kuhestak pun berpotensi menambah tekanan terhadap Washington untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai operasi militernya dan memastikan apakah serangan tersebut benar-benar merupakan kesalahan atau bagian dari tindakan yang disengaja.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker