Prabowo Ungkap Ramalan Dunia soal Indonesia 2050: Jadi Negara ke-4, Masuk Jajaran Kekuatan Besar
Abadikini.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama dunia dalam dua dekade mendatang.
Optimisme itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu malam (9/9/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah pakar dan lembaga internasional telah memproyeksikan posisi Indonesia pada 2050. Menurut dia, Indonesia berpotensi menempati peringkat keempat sebagai kekuatan ekonomi dunia.
“Intinya, masa depan kita cerah. Semua pakar, semua institusi dunia menyampaikan bahwa Indonesia tahun 2050 akan menjadi negara ke-4,” kata Prabowo.
Tak berhenti di situ, Prabowo mengatakan Indonesia bahkan diprediksi masuk jajaran kekuatan besar dunia.
“Mereka mengatakan kita akan menjadi one of the great powers,” ujarnya.
Meski membawa optimisme, Prabowo meminta masyarakat tidak terlena atau membanggakan proyeksi tersebut secara berlebihan. Menurutnya, yang lebih penting adalah menyadari besarnya potensi nasional dan menyiapkan langkah konkret untuk mewujudkannya.
“Bukan kita. Kita tidak boleh sombong. Tapi mereka mengatakan. Kadang-kadang orang Indonesia ini tidak sadar betapa besar dan betapa potensi kuat kita,” tegasnya.
Prabowo kemudian mengarahkan perhatiannya kepada generasi muda. Ia mengingatkan bahwa 2050 bukanlah masa yang terlalu jauh. Hanya sekitar 24 tahun lagi, generasi muda saat ini akan berada di garis depan dalam menentukan arah Indonesia.
“Tapi yang ingin saya sampaikan, 2050 adalah 24 tahun lagi. 2050, 24 tahun lagi, itu adalah masa yang muda-muda,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung peran dirinya bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai bagian dari generasi yang kini bertugas menyiapkan estafet kepemimpinan.
Ia menggambarkan generasi mereka sebagai pijakan bagi anak-anak muda untuk mengambil alih tanggung jawab negara dan melanjutkan perjalanan Indonesia.
“Pak SBY dan saya, ya, kita generasi ibarat kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi lebih muda kita untuk naik, untuk mengambil alih tanggung jawab, untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia,” tutur Prabowo.
Pesan Prabowo tersebut sekaligus menempatkan target 2050 bukan sekadar angka dalam proyeksi ekonomi, melainkan sebagai tantangan bagi generasi yang akan memegang kendali Indonesia dalam beberapa dekade mendatang.



