Digosipkan Meninggal, Presiden Turkmenistan Ngebut Naik Mobil Rally

Abadikini.com, JAKARTA – Sempat dilaporkan meninggal, Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdymukhamedov (62), mendadak muncul dengan cara yang unik. Dia terekam sedang mengendarai sebuah mobil rally di sekitaran lubang api yang disebut “Gerbang Neraka.”

Dilansir CNN, Rabu (7/8), kabar meninggalnya sang presiden sempat beredar pada Juli lalu ditambah lagi dengan menghilangnya Berdymukhamedov dari hadapan publik selama beberapa pekan.

Sebuah media Rusia pun pernah memberitakan kabar wafatnya Berdymukhamedov, setelah seorang analis mengatakan kepada stasiun radio di Moskow bahwa kabar itu telah dibenarkan oleh seorang pengusaha asal Turkmenistan, yang mengklaim memiliki koneksi dengan polisi rahasia di negaranya.

Kedutaan negara Asia Tengah di Rusia membantah kabar itu dan mengatakan kepada kantor berita Rusia, TASS, bahwa itu adalah berita palsu. Sebelumnya, Berdymukhamedov yang kerap menjadi sorotan pemberitaan media negara, sempat kembali muncul di layar kaca televisi akhir Juli.

Dalam pemberitaan tersebut, terlihat foto sang presiden tengah meninjau halte bus. Kemudian, pada Minggu (4/8), seorang penyiar radio Turkmenistan, Watan Habarlary, memberikan informasi rinci terkait kegiatan sang presiden baru-baru ini. Namun, tidak diketahui kapan rekaman itu diambil.

Laporan berdurasi 25 menit tersebut memberitakan kegiatan yang biasa dilakukan Berdymukhamedov seperti menunggangi kuda, mengarang musik, serta bermain bowling. Sang presiden juga terekam sedang mengitari Gurun Karakum dengan mobil rally sebelum akhirnya berkendara mengelilingi Kawah Darvaza yang terkenal di Turkmenistan.

Sementara tidak ada catatan pasti kapan rekaman itu diambil.

Kawah berapi itu diyakini telah terbentuk sejak 1971 silam ketika sejumlah ahli geologi asal Soviet tengah mencari minyak. Menyadari bahwa mereka menemukan sebuah gua gas alam, para ahli itu kemudian menyalakan api di dalamnya guna menghentikan penyebaran metana.

Di sisi lain, organisasi pemerhati hak asasi manusia Human Rights Watch menuduh Berdymukhamedov beserta kroninya menjadi diktator.

HRW juga menginformasikan bahwa media berita luar negeri memiliki akses yang terbatas di Turkmenistan. Pemerintah setempat juga akan menindas rakyat yang hendak menyuarakan kebebasan beragama dan berpolitik.

Tak hanya itu, pemerintah setempat juga melarang terbentuknya lembaga pengawas yang independen di Turkmenistan.

Editor
Selly
Sumber Berita
CNN
Topik Berita
Back to top button