AS Ungkap Perdamaian di Gaza dari Raja Salman Berbahaya

Abadikini.com, JAKARTA – Meski tak secara gamblang menolak, Amerika Serikat menyatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB yang diusulkan oleh Liga Arab di Palestina bisa mengganggu upaya Israel melawan Hamas.

Dalam pertemuan di Bahrain, Liga Arab yang terdiri dari 22 negara menyerukan “perlindungan internasional dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Palestina” hingga tercapainya solusi dari konflik dua negara tersebut.

Ketika ditanya tentang potensi kekuatan, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel mengatakan, “Ini adalah sesuatu yang kami tahu menjadi fokus Israel dalam upaya mengalahkan Hamas.”

“Sejujurnya, penambahan pasukan keamanan tambahan berpotensi membahayakan misi tersebut,” katanya, dikutip dari AFP, Sabtu (18/5/2024).

Namun dia mengatakan bahwa Amerika Serikat belum memiliki “penilaian konklusif” terhadap pernyataan KTT tersebut dan menyarankan bahwa kekuatan militer akan lebih dapat diterima setelah gencatan senjata diberlakukan.

“Pertama dan terpenting, kami fokus untuk mencapai kesimpulan atas konflik ini,” kata Patel.

“Banyak mitra baik di dalam maupun di luar dunia Arab memiliki keprihatinan yang sama dan memiliki kemauan yang sama untuk memainkan peran konstruktif ketika kondisi memungkinkan,” katanya.

Amerika Serikat adalah pendukung utama Israel namun makin kritis terhadap kampanye militernya karena banyaknya korban jiwa di kalangan warga sipil. Presiden Joe Biden telah menegaskan bahwa dia tidak akan mengirimkan pasukan AS ke konflik tersebut.

Liga Arab pada Kamis (16/5/2024) menyerukan kehadiran pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah Palestina pada pertemuan puncak yang didominasi oleh perang Israel-Hamas yang sedang berlangsung di Gaza.

“Deklarasi Manama” yang dikeluarkan oleh blok beranggotakan 22 negara tersebut menyerukan “perlindungan internasional dan pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah pendudukan Palestina” sampai solusi dua negara diterapkan.

Deklarasi tersebut juga menyerukan “semua faksi Palestina untuk bergabung di bawah payung Organisasi Pembebasan Palestina,” yang didominasi oleh gerakan Fatah yang berkuasa, dan menambahkan bahwa mereka menganggap PLO sebagai “satu-satunya perwakilan sah rakyat Palestina.”

Mereka juga menyerukan gencatan senjata “segera” di Gaza dan diakhirinya pengungsian paksa di wilayah Palestina.

“Kami menuntut gencatan senjata segera dan permanen di Gaza, penghentian semua upaya pengungsian paksa, diakhirinya segala bentuk pengepungan dan memungkinkan akses penuh dan berkelanjutan terhadap bantuan,” kata komunike terakhir, dikutip dari Arab News.

Lebih lanjut mereka “mengutuk keras serangan terhadap kapal komersial,” dengan mengatakan bahwa serangan tersebut “mengancam kebebasan navigasi, perdagangan internasional, dan kepentingan negara-negara dan masyarakat di dunia,” dan menegaskan kembali komitmen Liga Arab untuk “menjamin kebebasan navigasi di kawasan Merah. Laut” dan sekitarnya.

Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al-Khalifa, membuka pertemuan puncak tersebut dengan menyerukan diadakannya konferensi internasional untuk perdamaian di Timur Tengah.

Raja, sebagai tuan rumah KTT tersebut, juga menegaskan kembali dukungan negaranya terhadap pengakuan penuh negara Palestina dan penerimaan keanggotaannya di PBB.

Dia menekankan bahwa pembentukan negara Palestina akan memberikan dampak positif bagi kawasan.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker