Menkeu Purbaya Pastikan APBN 2026 Tetap Kokoh di Tengah Fluktuasi Harga Minyak Dunia
Abadikini.com, JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akan tetap terjaga dalam batas aman hingga akhir tahun. Pemerintah memastikan pengelolaan fiskal dilakukan secara pruden (hati-hati) dan berkelanjutan untuk meredam tekanan dinamika ekonomi global.
Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (31/3), Menkeu Purbaya memaparkan bahwa postur APBN saat ini memiliki ruang yang cukup untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas energi.
Ketahanan Fiskal Terhadap Harga Minyak
Merespons kekhawatiran pasar terkait fluktuasi harga minyak mentah dunia, Menkeu menekankan bahwa perhitungan APBN telah mencakup berbagai skenario risiko.
“Hitungan kami saat ini, meskipun harga minyak dunia mencapai rata-rata 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun, anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya masih sangat terkendali,” ujar Menkeu Purbaya.
Ia meminta masyarakat untuk tidak cemas terhadap stabilitas ekonomi nasional. “Masyarakat tidak perlu khawatir defisit tidak terkendali atau anggaran menjadi kacau. Kami mengelola semuanya dengan perhitungan matang hingga akhir tahun,” tambahnya.
Laporan Langsung kepada Presiden
Sebelumnya, dalam pertemuan di Kantor Kementerian Keuangan pada Jumat (27/3), Menkeu Purbaya telah melaporkan kondisi terkini fiskal nasional kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden bertanya mengenai kondisi APBN, dan saya pastikan kepada beliau bahwa posisi kita aman,” ungkap Purbaya. Ketegasan ini didasari pada langkah-langkah mitigasi yang telah disiapkan pemerintah untuk menjaga stabilitas belanja negara di tengah tekanan harga energi global.
Transparansi dan Mitigasi Risiko
Meskipun dinamika global terus berkembang, Kementerian Keuangan menjamin bahwa setiap kebijakan yang diambil bersifat terukur dan transparan. Pemerintah juga berkomitmen untuk memperkuat komunikasi publik agar langkah-langkah mitigasi energi dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat.
“Tidak ada angka-angka yang aneh atau tidak terukur dalam APBN saat ini. Semua perhitungan dilakukan secara transparan untuk memastikan negara hadir dalam melindungi daya beli masyarakat tanpa mengorbankan kesehatan fiskal,” pungkas Menkeu Purbaya.



