Danantara Gandeng Arm, Prabowo Bawa RI Masuk Industri Chip Dunia

Abadikini.com, JAKARTA — Arah diplomasi ekonomi Indonesia kian menegaskan fokus pada dua sektor kunci: transisi energi dan penguasaan teknologi tinggi. Setelah mengamankan komitmen investasi energi hijau di Timur Tengah, pemerintah kini bergerak masuk ke jantung industri semikonduktor global.

Presiden Prabowo Subianto pada 23 Februari 2026 berada di London untuk menyaksikan penandatanganan kerangka kerja sama antara Danantara dan Arm Limited. Kerja sama ini dinilai sebagai langkah strategis untuk membawa Indonesia masuk ke sisi hulu industri chip dunia.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Riyadh, pemerintah juga mengamankan komitmen investasi energi hijau bersama ACWA Power senilai sekitar Rp162 triliun.

Prof. Ali Mochtar Ngabalin menilai rangkaian langkah tersebut menunjukkan konsistensi arah kebijakan ekonomi nasional.

“Ini bukan sekadar kunjungan simbolik. Presiden Prabowo sedang memposisikan Indonesia dalam dua poros masa depan ekonomi global, yaitu energi bersih dan teknologi semikonduktor,” kata Ngabalin dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).

Menurut Ngabalin, semikonduktor merupakan fondasi utama hampir seluruh teknologi modern, mulai dari kendaraan listrik, kecerdasan buatan hingga infrastruktur pusat data.

“Kalau kita hanya menjadi pasar, kita akan terus bergantung. Tapi jika kita masuk ke desain dan arsitektur chip, kita sedang membangun kemandirian teknologi,” ujarnya.

Arm Limited sendiri dikenal sebagai salah satu pemain utama dunia dalam desain semikonduktor, termasuk chip otomotif dan infrastruktur komputasi modern. Melalui kerja sama ini, Indonesia disebut akan mendorong penguatan kapasitas SDM nasional dengan rencana pelatihan sekitar 15.000 insinyur dalam ekosistem teknologi Arm.

Ngabalin menegaskan, langkah ini bukan hanya soal investasi, tetapi transformasi struktural ekonomi.

“Diplomasi ekonomi Presiden Prabowo tidak lagi bicara kuantitas semata, tetapi kualitas sektor yang dipilih. Industri semikonduktor memiliki efek berganda yang sangat luas, dari riset, rekayasa teknik, manufaktur presisi, hingga penguatan ekosistem digital nasional,” jelasnya.

Pemerintah juga menargetkan penciptaan hingga 19 juta lapangan kerja baru dalam beberapa tahun ke depan. Menurut Ngabalin, sektor teknologi tinggi menjadi salah satu penopang utama target tersebut.

“Lapangan kerja masa depan ada di sektor berbasis pengetahuan dan teknologi. Karena itu, penguatan SDM menjadi prioritas,” tegasnya.

Menurut politisi Partai Golkar itu, peran Danantara diposisikan sebagai instrumen strategis yang menjembatani diplomasi luar negeri dengan agenda transformasi ekonomi domestik.

“Tantangan berikutnya tentu pada implementasi. Tata kelola harus transparan, transfer teknologi harus nyata, dan kebijakan harus konsisten. Kalau ini dijaga, maka langkah dari Riyadh hingga London akan menjadi fondasi penting bagi kedaulatan teknologi Indonesia,” pungkasnya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker