Kakanda Bahlil Kirim Misi Khusus Golkar ke China, Prof. Ali Ngabalin Chief of Delegation

Abadikini.com, JAKARTA – Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional Ali Mochtar Ngabalin memimpin 20 delegasi Partai Golkar dalam kunjungan resmi ke Tiongkok pada 15-23 Juli 2026.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas undangan IDCPC.

Selama berada di Negeri Tirai Bambu, rombongan dijadwalkan mengunjungi Guangzhou di Provinsi Guangdong, Changsha dan Shaoshan di Provinsi Hunan, Lanzhou di Provinsi Gansu, serta Beijing.

Ngabalin mengatakan diplomasi antarpartai merupakan salah satu jalur strategis untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dalam pembangunan.

“Selama kunjungan, delegasi Golkar dijadwalkan mengikuti seminar politik, mengunjungi pusat bisnis dan industri, melihat komunitas binaan PKT, serta bertemu elite partai dan pejabat di beberapa provinsi,” kata Ngabalin dalam keterangannya, Selasa (15/7/2026).

Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan mempelajari secara langsung bagaimana kebijakan nasional diterjemahkan menjadi pembangunan ekonomi, pengembangan kawasan, serta peningkatan kapasitas masyarakat.

“Kami akan melihat langsung bagaimana kebijakan nasional diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi, pengembangan kawasan, serta peningkatan kapasitas masyarakat. Pengalaman itu perlu dipelajari secara jernih, lalu disaring sesuai kebutuhan dan karakter bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sebelum bertolak ke Tiongkok, delegasi Golkar terlebih dahulu mendapat arahan dari Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Dalam kesempatan itu, Bahlil mengingatkan sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang populer, “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China.”

Ia meminta seluruh anggota delegasi memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menyerap pengalaman, terutama mengenai industrialisasi dan kebijakan hilirisasi yang dinilai berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

“Belajar hingga ke China itu sudah benar. Mereka punya banyak sumber daya alam dan jago meningkatkan nilai tambahnya. China paling hebat urusan hilirisasi,” kata Bahlil.

Ngabalin menilai pesan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia. Menurutnya, Tiongkok berhasil membangun kekuatan industrinya melalui perencanaan jangka panjang, pembangunan infrastruktur, penguasaan teknologi, serta sinergi kuat antara kebijakan negara dan dunia usaha.

Negeri tersebut tetap mengusung konsep socialist market economy, yakni sistem yang menggabungkan mekanisme pasar dengan arah pembangunan yang ditentukan negara. Model tersebut melahirkan rantai pasok industri yang lengkap dan menjadikan Tiongkok sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar di dunia.

Ia menegaskan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun nilai ekonominya tidak akan maksimal jika hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah.

“Hilirisasi harus melahirkan industri pengolahan, transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja Indonesia. Itu menjadi pelajaran penting yang ditekankan Ketua Umum Bahlil kepada seluruh delegasi,” ujar Ngabalin.

Selain Bahlil, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji juga memberikan pembekalan kepada rombongan. Ia menekankan bahwa Partai Golkar selama ini mampu melahirkan kader-kader terbaik karena memberi ruang bagi anggotanya untuk mengembangkan ide, melahirkan gagasan, dan membuktikannya melalui karya nyata.

Menurut Ngabalin, pesan tersebut mencerminkan arah kaderisasi Golkar yang menempatkan kapasitas dan kompetensi sebagai fondasi utama.

“Kader yang loyal kepada partai itu penting. Namun loyalitas harus diiringi pengetahuan, kemampuan, dan keberanian terus belajar agar mampu menjawab persoalan masyarakat,” katanya.

Kunjungan ke Tiongkok juga disebut menjadi bagian dari komitmen Partai Golkar dalam mendukung pelaksanaan politik luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang berlandaskan prinsip bebas aktif serta mengedepankan persahabatan dan kerja sama yang saling menguntungkan.

Ngabalin menilai hubungan Indonesia-Tiongkok tidak hanya dibangun melalui jalur antarpemerintah, tetapi juga dapat diperkuat melalui diplomasi antarpartai politik sebagai sarana memperluas kepercayaan dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.

Karena itu, Bahlil berpesan agar seluruh anggota delegasi menjaga nama baik Indonesia dan Partai Golkar selama menjalankan misi di Tiongkok.

“Kalian jaga nama baik Indonesia dan Partai Golkar. Lakukan yang terbaik untuk mendukung seluruh program Presiden Prabowo, khususnya dalam diplomasi luar negeri,” pesan Bahlil.

Seperti diketahui, delegasi Partai Golkar menargetkan hasil kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman semata.

Berbagai pembelajaran mengenai pengembangan industri, pembinaan kader, pengelolaan komunitas, hingga kolaborasi pemerintah dan dunia usaha akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan nasional dan penguatan daya saing Indonesia di tengah persaingan global.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker