Jessica Iskandar Ungkap Pernah Didekati Pria Pakai Ilmu Hitam

Abadikini.com, JAKARTA — Jessica Iskandar ikut bersuara menyusul viralnya memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans yang mengungkap pengalaman pahit sebagai korban child grooming. Memoar tersebut menuai simpati luas dan membuka diskusi publik tentang isu sensitif yang selama ini kerap diabaikan di Indonesia.

Aurelie mengaku bersyukur kisah hidupnya mendapat perhatian publik. Ia berharap pengalamannya bisa menjadi pengingat sekaligus peringatan agar kasus serupa tidak terus berulang.
Jessica Iskandar menjadi salah satu figur publik yang tersentuh setelah membaca buku tersebut. Melalui unggahannya, Jedar—sapaan akrabnya—mengaku terkejut sekaligus kagum pada keberanian Aurelie dalam menghadapi masa lalu yang kelam.

“Baru selesai baca Broken Strings dan aku super shock. Aurelie hebat sudah melewati semua itu, menang, dan bahagia sekarang,” tulis Jessica.

Tak berhenti di situ, istri Vincent Verhaag itu juga membuka kisah pribadinya tentang pengalaman asmara yang menurutnya tak kalah mengerikan. Ia mengungkap pernah menghadapi laki-laki yang bersikap agresif meski baru mengenal singkat.

“Pada zamanku, ada lelaki yang baru chat sebentar, ketemu satu-dua kali, sudah berani nyosor. Bahkan ada yang menggunakan berbagai cara agar aku lemah,” tuturnya.

Jessica menilai sikap tersebut sebagai bentuk pelanggaran batas yang serius, apalagi ketika keputusan untuk menolak tidak dihargai. Ia mengaku memilih memutus hubungan tanpa ragu demi melindungi diri.

Namun pengalaman terburuk, menurut Jedar, terjadi saat ia menghadapi pria yang diduga menggunakan ilmu hitam.

“Di sinilah iman diuji dan butuh perhatian orang sekitar. OMG, serem banget,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut membuat Jessica menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua dalam menjaga anak-anak di tengah dunia yang semakin cepat dan berisiko.

“Zaman sekarang semuanya bergerak lebih cepat dan jauh lebih berbahaya. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap siapa yang kita hadapi,” katanya.

Ia pun mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi terbuka dengan anak, mengenali tanda-tanda hubungan toxic, serta menanamkan batasan yang jelas sejak dini agar anak berani keluar dari situasi berbahaya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker