Monas Direvitalisasi, Ini Alasan FPI, GNPF dan PA 212 Pilih Demo di Gedung DPR

Abadikini.com, JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF), dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 bakal kembali menggelar aksi besar-besaran turun ke jalan menuntut penanganan lebih serius terhadap kasus tindak korupsi yang marak terjadi di Indonesia.

Mengutip siaran pers yang diterima Tagar dari Sekretaris Umum FPI Munarman, aksi tersebut dilakukan lantaran kasus korupsi puluhan triliun rupiah yang dinilai menyengsarakan rakyat.

Kemudian, FPI, GNPF Ulama, dan PA-212 juga menyoroti sikap para aparat penegak hukum yang menurut mereka hingga kini belum menunjukkan sikap yang serius untuk menuntaskannya kasus korupsi tersebut.

“Selain skandal KPU-Harun Masiku, sejumlah kasus mega korupsi yang hingga kini tidak jelas penanganannya antara lain, Kasus yang menjerat Honggo selaku Direktur PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan kerugian negara mencapai Rp35 triliun, kasus PT Jiwasraya yang merugikan Rp13 triliun, dan kasus PT Asabri dengan kerugian Rp10 triliun,” tulis mereka, Selasa (4/2/2020).

Dalam rilis yang ditandatangani oleh Ketua FPI KH. Ahmad Shobri Lubis, Ketua GNPF Ulama Ust. Yusuf Muhammad Martak, dan Ketua PA 212 Ust. Slamet Ma’arif itu dituliskan, mereka akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dengan tema Berantas Mega Korupsi, Selamatkan NKRI.

Adapun aksi tersebut rencananya akan dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Februari 2020, pukul 13.30-15.30 WIB di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat RI, Senayan, Jakarta.

Namun, mereka menginstruksikan jajaran kepengurusannya yang ada di berbagai daerah untuk berdemonstransi pada Jumat, 7 dan 14 Februari 2020 sebagai bentuk ‘pemanasan’ sebelum berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI.

 

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close