Trending Topik

Teh Botol Puan Maharani atau Nasi Ganjar Pranowo? Oleh Denny JA

PDIP mempunyai isu kedua. Ganjar Pranowo. Ia juga kader PDIP. Menjadi anggota DPR, lalu Gubernur Jateng dua periode juga melalui PDIP.

Elektabilitas Ganjar Pranowo selalu berada di tiga besar elektabilitas Capres 2024.

Aura Ganjar bukan Aura Teh Botol (pendamping menu utama). Ia adalah menu utama itu sendiri, salah satu pilihan menu utama.

Kasus Ganjar terbalik dengan Puan Maharani. Ganjar ibarat nasi. Yang utama adalah nasi. Lauk pauknya silahkan apa saja. Lauk pauk lebih sebagai pendamping. Nasi yang utama.

Dengan Ganjar sebagai Capres PDIP, maka PDIP tetap menjadi tiket partai dengan Capresnya sendiri.

Tapi Ganjar Pranowo akan memberikan komplikasinya sendiri.

Megawati lahir di tahun 1947. Kini di tahun 2021, usianya sudah 74 tahun. Di tahun 2024, usianya 77 tahun. Di tahun 2029, Pilpres berikutnya, usianya 82 tahun.

Megawati sudah terlatih melawan semua rezim. Ia terlatih menjadi oposisi. Ia bersebrangan dengan Pak Harto ketika Pak Harto sangat berkuasa.

Megawati apalagi juga terlatih menjadi penguasa. Ia anak presiden. Ia pernah menjadi presiden. Kini kader partainya, Jokowi, menjadi presiden.

Tapi ada yang tak bisa dilawan Megawati. Yaitu kearifan usia. Bagaimanapun usia terus menua. Bagaimanapun pada waktunya tahta harus diserahkan.

Jika datang itu waktu, tahta diserahkan, ketum PDIP, kepada siapa tahta diserahkan?

Jika Ganjar Pranowo menjadi presiden saat tahta itu diserahkan kepada siapapun yang dipilih Megawati, dan Ganjar saat itu sedang populer, sangat mungkin Ganjar terlalu kuat untuk diabaikan sebagai Ketum PDIP berikutnya.

Di sinilah komplikasi Ganjar Pranowo jika Ia yang menjadi Capres PDIP 2024. Terutama jika Ia terpilih dan kembali menjadi Capres PDIP 2029.

Isu besarnya adalah PDIP lepas dari Trah Soekarno. Tidak dari Megawati ke Puan atau anak Megawati yang lain: Prananda. Tapi ke “Bukan Trah Soekarno,”: Ganjar Pranowo.

Pertarungan Trah Soekarno versus bukan Trah Soekarno selaku pelanjut ketum PDIP jelas akan menjadi isu besar partai ini. Kedua isu itu memiliki daya tarik sendiri.

Daya tarik Trah Soekarno sangat besar bagi pengagum Bung Karno. Juga pasti bagi Puan Maharani. Sedangkan daya tarik ketum PDIP “Bukan Trah Soekarno,” memiliki daya tarik bagi pendukung besar PDIP lainnya, agar menjadi partai modern dan terbuka.

Bahkan mungkin lebih besar dibandingkan isu siapa Capres PDIP 2024.

Siapa Capres PDIP 2024 sepenuhnya tergantung Megawati. Tapi siapa pengganti Megawati berikutnya selaku ketum PDIP, ketika Ganjar menjadi presiden dan popular, itu tak tergantung Megawati lagi.

Ini komplikasi jika Ganjar Pranowo diberi tahta Capres 2024.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker