Trending Topik

Teh Botol Puan Maharani atau Nasi Ganjar Pranowo? Oleh Denny JA

Teh botol mempunyai iklan yang sangat populer: “Apapun makanannya, minumnya Teh Botol (Sosro).

Teh botol menjadi pendamping apapun menu utama. Teh botol dikiaskan dengan posisi Puan Maharani. Siapapun Capresnya, jika ingin tiket PDIP, Puan Maharani Cawapresnya.

Mengapa posisi Puan Maharani hanya Cawapres? Itu melihat elektabilitas Puan Maharani yang pada bulan Juni 2021, juga bulan sebelumnya, tak pernah lebih dari 2 persen.

Padahal capres lain sudah diangka elektabilitas belasan persen, bahkan sedikit di atas 20 persen.

Aura Puan Maharani dianggap bukan aura menu utama. Bukan aura Capres. Aura itu terlihat dari daya terima publik yang meresponnya.

Padahal Puan sudah dikenal oleh 61 persen populasi Indonesia. Sementara Ganjar Pranowo baru dikenal oleh 59 persen populasi Indonesia. Tapi elektabiltas Ganjar Prabowo 15.5 persen. (1)

Elektabilitas Ganjar 7 kali lipat elektabilitas Puan dalam posisi Ganjar dikenal lebih sedikit dibandingkan Puan.

PDIP kini memiliki kursi di DPR sebesar 128 kursi. Total kursi DPR 575 kursi. Kursi PDIP di atas 20 persen. PDIP satu satunya partai yang bisa mencalonkan pasangan Capres-Cawapres 2024, tanpa perlu koalisi dengan partai manapun.

Bukankah aman bagi PDIP hanya mengambil tiket Cawapres, bagi Capres manapun yang mungkin menang?

Karena tiket ada di PDIP, walau nanti Puan hanya Cawapres, tapi PDIP akan negosiasi untuk tetap mendominasi pemerintahan. Bukankah PDIP pemilik tiket? Bukankah PDIP pemegang saham mayoritas?

Isu Teh Botol Puan Maharani jelaslah isu yang kuat.

Tapi ada kelemahan utama isu ini. Jika Capresnya datang dari partai yang berbeda, katakanlah Gerindra dengan Prabowo sebagai Capres, ini sama dengan PDIP memberi panggung kepada Gerindra untuk mengalahkan PDIP di pemilu legeslatif untuk menjadi partai terbesar.

Sangat jelas, partai capres, bukan partai cawapres, yang akan dilirik pemilih. Apalagi dalam pemilu serentak Pilpres dan Pileg di hari yang sama.

Relakah PDIP selaku partai terbesar pemilu 2019, juga pemilu 2014, menyerahkan tahta kepada Gerindra menjadi terbesar di tahun 2024, dengan cara paling mudah: memberikan kursi Capres kepada Prabowo selaku ketum Gerindra?

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker