Teknologi RAS dapat Tingkatkan Benih Ikan Hingga 7 kali Lipat

Abadikini.com, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengatakan teknologi pembenihan sistem Recirculation Aquaculture System (RAS) dapat meningkatkan padat tebar hingga 7 kali lipat dibandingkan dengan sistem konvensional.

Menurutnya teknologi ini juga mampu memangkas masa pemeliharaan, menaikkan tingkat kelulusan hidup dan tingkat keseragaman ukuran. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, RAS dapat menjadi solusi mengatasi permasalahan kebutuhan benih ikan di seluruh Indonesia.

Menteri Edhy mengatakan kegiatan perikanan budidaya komoditas air tawar secara khusus di Tatelu, termasuk yang terbesar di Indonesia. Ini karena ditunjang oleh potensi alam terutama kualitas air yang baik serta antusiasme masyarakat yang tinggi untuk melakukan aktifitas budidaya.

“Dalam aktivitas perikanan budidaya, masalah yang timbul selain harga pakan adalah ketersediaan benih unggul. Teknologi RAS di BPBAT Tatelu merupakan jawaban akan kekurangan benih unggul di pembudidaya untuk kawasan Indonesia Timur. Saat ini dari Tatelu sudah melayani kebutuhan hampir di seluruh Sulawesi Utara, bahkan beberapa daerah di luar Sulawesi seperti Ambon,” ujar Menteri Edhy saat meninjau langsung berbagai fasilitas perbenihan, pembesaran hingga pembuatan pakan di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Selasa (18/2/2020) .

Edhy menyadari harga benih saat ini masih cukup tinggi di beberapa daerah. Penyebabnya adalah kondisi wilayah, jarak pengantaran serta ketersediaan yang belum merata.

“Kondisi ini dapat teratasi dengan memperbanyak penggunaan teknologi RAS di seluruh Indonesia, khususnya di sentra produksi perikanan budidaya. Jika hal ini dapat terwujud, di masa depan saya harap benih akan dapat diberikan secara gratis untuk masyarakat yang ingin melakukan kegiatan budidaya,” lanjut Edhy.

Edhy meminta kepala daerah dan masyarakat untuk dapat memanfaatkan dengan baik keberadaan BPBAT Tatelu yang dapat menjadi pusat edukasi untuk masyarakat serta sumber pemecahan masalah yang dihadapi dalam berbudidaya.

“Dengan semakin banyak produksi benih yang dihasilkan dan semakin banyak masyarakat mendapatkan edukasi akan semakin banyak pula ikan yang dapat kita produksi,” ungkapnya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close