Walau Dihujani Kritik, BRIN Tetap Jalankan Program Wisata Malam Kebun Raya Bogor

Abadikini.com, JAKARTA – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Laksana Tri Handoko menepis kekhawatiran sejumlah pihak terkait rencana wisata malam Kebun Raya Bogor.

Laksana menegaskan akan tetap menjalankan program wisata malam yang dinamakan GLOW di Kebun Raya Bogor.

Dia mengatakan kekhawatiran terhadap efek lampu sorot pada habitat tanaman dan ekosistem yang ada di Kebun Raya Bogor dalam program wisata malam kurang beralasan.

“Kekhawatiran terkait efek lampu sorot tersebut kurang beralasan, terlebih untuk kebun raya kota seperti Kebun Raya Bogor yang ada di tengah keriuhan dan gemerlap kota,” kata Laksana, Rabu (29/9/2021).

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta pengelola Kebun Raya Bogor (KRB) menghentikan operasional wisata malam dengan cahaya lampu atau glow sampai ada hasil penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan IPB University.

Permintaan tersebut disampaikan Bima di Balai Kota Bogor pada Selasa (28/9/2021) kemarin, setelah berdialog dengan pengelola KRB dari PT Mitra Natura Raya (MNR).

Bima menyampaikan kepada pengelola KRB ada surat dari para ahli botani, mantan pimpinan KRB, yang menyatakan keberatan terhadap rencana operasional wisata malam di kawasan konservasi tumbuhan tersebut.

Dia meminta agar BRIN dan IPB University melakukan kajian ilmiah terkait wisata malam di KRB yang memanfaatkan lampu-lampu sorot, dikhawatirkan dapat mengganggu habitat tanaman dan ekosistem.

Menanggapi hal tersebut, Laksana menyebut bahwa pihaknya akan melakukan riset komparasi setelah GLOW dijalankan.

“Kami akan melakukan riset komparasi untuk melihat efek secara riil sesuai kaidah ilmiah. Tentu ini bisa dilakukan setelah GLOW dijalankan,” ujarnya.

Laksana juga mengatakan bahwa riset tersebut akan dilakukan dengan metodologinya tersendiri untuk melihat secara kuantitatif pengaruh GLOW terhadap serangga maupun tumbuhan di Kebun Raya Bogor.

“Nanti kalau sudah diriset dan dipublikasi di jurnal bereputasi akan kita jadikan rujukan untuk mengambil kebijakan terkait,” imbuh Laksana.

Sementara itu. sejumlah mantan Kepala Kebun Raya Bogor mengkritik rencana penyuguhan atraksi malam menggunakan lampu hias bertajuk GLOW yang akan dilakukan di lokasi kebun botani itu.

Kritik itu disampaikan oleh empat mantan Kepala Kebun Raya Bogor yakni Usep Soetisna (1983-1987), Suhirman (1990-1997), Dedy Darnaedi (1997-2003), serta Irawati (2003-2008).

Pihak-pihak yang mereka tuju dalam surat itu adalah Laksana, Bima Arya, dan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto.

Dalam suratnya, mantan Kepala Kebun Raya Bogor itu meminta agar rencana penyuguhan atraksi GLOW ditinjau kembali karena bisa mengusik keheningan malam dan mengganggu fungsi serangga polinator dan hewan penyerbuk lainnya di Kebun Raya Bogor.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker