Sidak AH Thony ke KBS, Lantas Dipertanyakan Tentang Penjarahan Satwa

Abadikini.com, SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, AH Thony melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Kebun Binatang Surabaya (KBS), Senin (24/8). Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi secara nyata situasi pengelolaan KBS yang ditangani oleh Perusahaan Daerah Taman Satwa KBS ditengah pandemi Covid-19 yang belum dinyatakan berangsur surut.

Dalam sidaknya, AH Thony langsung disambut seketika oleh Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya, Chairul Anwar. Selain memastikan kondisi new normal KBS pasca dibuka 1 bulan lalu, politisi Gerindra ini juga ingin memastikan kondisi satwa saat ini.

AH Thony juga sempat melihat sistem masuk pengunjung KBS yang sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan pemesanan tiket masuk secara online. Selain itu, juga meninjau langsung situasi yang ada didalam KBS.

“New normal yang diterapkan di KBS sudah berjalan dengan baik, namun hal ini juga harus tetap ditingkatkan lagi,” ujar Thony melaui keteranganya kepada Abadikini.com, Selasa, (25/8/2020).

Sementara itu, setelah melakukan sidak dan melihat populasi perkembangan hewan komodo di KBS, AH Thony juga meminta kepada Direktur PD Taman Satwa KBS selaku pengelola untuk lebih memperhatikan kesehatan satwa yang ada di KBS tersebut.

“Jangan sampai saya mendengar ada satwa mati seperti pengelola sebelum-sebelumnya dan hal ini menjadi tanggungjawab kita bersama, untuk membuat KBS lebih baik lagi dikedepannya,” beber politisi gaek dari partai Gerindra yang selalu menjadi pemerhati perkembangan di Kota Pahlawan ini.

Terpisah di kesempatan lain, Ketua Umum Jaringan Pemuda Surabaya (Japas), MH. Sholeh merasa sangat prihatin dengan situasi beberapa tahun lalu yang hingga kini belum terungkap dan merupakan sebuah catatan hitam yang pernah terjadi di KBS.

“Bagaimana tuh nasib kejelasan dari 420 satwa yang diduga pernah dijarah, sehingga tiba-tiba kasus tersebut berhenti tanpa ada kabar kejelasannya?” tanyanya.

Lanjutnya, “Sudah menjadi tanggungjawab seluruh jajaran para penegak hukum untuk mengusut tuntas tentang dugaan penjarahan 420 satwa yang sebagian besarnya merupakan satwa yang dilindungi secara Undang-Undang, termasuk komodo yang juga harus ada persetujuan dari Presiden,” lugasnya.

MH. Soleh berharap, AH Thony bersedia mengungkap bersama seluruh jajaran para penegak hukum untuk mengusut tuntas tentang dugaan penjarahan 420 satwa.

“Masyarakat Surabaya hingga seluruh dunia juga wajib berhak tahu, bahwa di KBS itu pernah terjadi dugaan penjarahan terhadap 420 satwa yang hingga kini tiada kejelasannya,” tutup MH. Sholeh.

Back to top button