Webinar Nasional Series Bidang Perencanaan Kerja Sama UNESA Tahun 2020, Ini yang Dibahas

Abadikini.com, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) adakan Webinar Nasional Series Bidang Perencanaan Kerja Sama Universitas Negeri Surabaya Tahun 2020 dengan tema yang diangkat “Problematika dan Strategi Penguatan Kerja Sama Perguruan Tinggi pada Masa Pandemi Covid-19”.

Webinar ini diselenggarakan oleh Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Unesa pada hari Rabu (20/5) melalui aplikasi Zoom, WhatsApp Grup dan Streaming Youtube.

Episode webinar nasional kali ini menghadirkan 3 narasumber yaitu yang pertama, Liestyodono Bawono Irianto (Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Terbuka).

Pemateri kedua, Sujarwanto (Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Negeri Surabaya). Pemateri ketiga, Senam, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Negeri Yogyakarta). Serta yang bertindak sebagai pembawa acara adalah Khofidotur Rofiah dan bertindak sebagai moderator adalah Prof Budiyanto.

Rektor Unesa, Prof Nurhasan dalam sambutannya mengatakan bahwa, perguruan tinggi di seluruh negeri ini bahkan dunia sedang beradaptasi dengan perubahan yang merupakan dampak dari Covid-19.

“Hal ini membuat aktivitas perguruan tinggi terhambat sementara waktu. Kita semua harus siap untuk beradaptasi dengan terminologi baru yaitu New Normal,” ucapnya, Jumat (20/5/2020).

Kegiatan ini merupakan kontibusi Unesa yang bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terutama di bidang perencanaan kerja sama untuk mengembangkan kerja sama yang nantinya dapat mendukung program merdeka belajar dan kampus merdeka.

Peserta webinar nasional di pulau jawa dihadiri 381 peserta dari Jawa Timur, 34 peserta dari Jawa Tengah, dan 23 peserta dari Jawa Barat.

Tidak hanya pulau Jawa, peserta webinar juga berasal dari luar pula jawa seperti Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, Sulawesi, Sumatera, Nusa Tenggara, Maluku, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan, Jawa, Jambi, Papua, Riau dan masih banyak lagi serta adapula dari Guangdong Province.

Liestyodono dalam pemparan materinya mengatakan, mengenai problematika dan strategi penguatan kerjasama peguruan tinggi pada masa pandemi Covid-19 dan masa normal baru.

Ia menjelaskan, awalnya Revolusi Industri 4.0, kini mengalami sedikit hambatan, akan tetapi saat ini karena adanya Covid-19 lah yang menjadi pemicu percepatan era ini berlangsung.

“Artinya, dibalik pandemi atau masalah ini, bahwa tatanan masyarakat diharuskan ikut dalam mempercepat perubahan kehidupan dimana semua serba online,” tegasnya.

Dalam konteks pendidikan, disadari atau tidak, “new normal” telah mulai terjadi secara global sejak pandemic Covid-19 yakni yang biasanya dilaksanakan tatap muka kini digantikan dengan pembelajaran melalui media elektronik.

Kemudian pemateri berikutnya, Sujarwanto menjelaskan, mengenai problematika dan inovasi penguatan kerja sama di perguran tinggi selama masa pandemi Covid-19.

Masalah pertama ialah, pada sumber daya manusia, bidang akademik, riset, kemahasiswaan dan kerja sama. Dari beberapa masalah tersebut. Sujarwanto juga memberikan kita-kita meningkatkan kerjasama di masa pandemi ini yakni pada sumber daya manusia.

“Perlu adanya pendampingan pada dosen berpotensi ujian akhir, adanya cara penulisan artikel, serta pendampingan oleh tim khusus usulan guru besar,” lugasnya.

Dalam bidang akademik, kata Sujarwanto, harus dibentuk coaching clinic via online. Memfasilitasi karya dosen untuk mengusulkan hak paten, pendampingan penguatan jurnal oleh tim task force serta penyiapan dokumen-dokumen untuk visitas dan borang akreditasi internasional AUN.

“Pada riset dan PKM, produk diarahkan untuk penanganan Covid-19. Produk-produk dalam penanganan Covid-19 juga makin marak di produksi seperti pembuatan robot yang mendukung tenaga medis untuk menangani Covid-19, drone sebagai penyemprotan desinfektan dan software untuk pemetaan wilayah masyarakat yang terkena PHK akibat wabah Covid-19,” ujarnya.

Lanjut Sujarwanto, untuk menangani masalah pada bidang kemahasiswaan yaitu, adanya sosialisasi beasiswa dan program magang internasional, pendampingan aktivitas internasional civitas akademika Unesa, menginisiasi kerjasama dengan partner universitas luar negeri, summer camp yang melibatkan mahasiswa luar negeri dan penyediaan beasiswa untuk mahasiswa asing.

“Untuk MoU bila dilakukan pertemuan via daring serta menawarkan kejasama melalui surat dan secara online. Bahwa di tengah-tengah masa pandemi Covid-19. Ayo!! kita bangkit, maju terus untuk kejayaan bangsa Indonesia,” ajak Sujarwanto.

Pemateri terakhir, Senam menjelaskan, kerja sama di era Covid-19 siapa takut! Ia mengakatakan bahwa, dampak ini tidak hanya dirasakan oleh Unesa, atau bahkan Indonesia, melainkan seluruh dunia merasakan dampak dari Covid-19 ini. Akan tetapi masalah utamanya ialah dengan rasa takut.

“Banyaknya hambatan yang timbul dari masalah pandemi ini memang sangat banyak akan tetapi pasti ada solusi, dengan menghilangkan rasa takut tersebut akan banyak solusi yang dapat ditemukan,” tutur Senam.

Senam juga mengatakan bahwa, walaupun badai covid belum mereda, namun kegiatan tetap jalan dengan proses modifikasi. Kegiatan dimodifikasi melalui online untuk menghindari kerumunan massa dan hal tersebut perlu menyusun beberapa rencana disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Budi Puwoko, selaku Ketua Pelaksana Webinar Nasional mengatakan bahwa, peserta pada webinar nasinal ini berjumlah kurang lebih 600 peserta yakni dari sabang sampai merauke serta Guangdong China.

Saya juga mengungatkan bahwa, webinar nasional ini akan dilaksanakan hingga 6 series. Dari keenam series ini akan mengundang pemateri dari LPTK, non LPTK, serta dunia industri,” ungkap Budi.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close