Lockdown Perusahaan Tambang di Konawe Utara untuk Cegah Penyebaran Corona

Abadikini.com, KONAWE UTARA – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo telah menetapkan wabah virus corona (Covid 19) di Indonesia sebagai Bencana Nasional Non Alam, sejak Sabtu, 14 Maret lalu. Presiden telah menginstruksikan seluruh masyarakat untuk belajar, bekerja dan beribadah di rumah.

Menanggapi hal tersebut, Iqbal, S.Kom, Sekertaris DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Konawe Utara, mengatakan, bahwa penerapan pembatasan interaksi sosial langsung, seperti peliburan Kantor, sekolah dan pembatalan kegiatan olahraga untuk mengendalikan penularan Covid-19 belakangan ini meningkat. Tindakan pembatasan sosial dapat membantu mengurangi penularan dan memungkinkan sistem kesehatan dapat teratasi.

“Cuci tangan dan menutup mulut menggunakan siku saat batuk bisa mengurangi risiko diri sendiri dan orang lain, tapi itu saja tidak cukup untuk menumpas pandemi ini, semua daerah kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara, harus menjalankan pendekatan komprehensif,” kata Iqbal, Jum’at (3/4/2020).

Cara paling efektif untuk mencegah infeksi dan menyelamatkan jiwa adalah memutus mata rantai penularan atau Physical Distancing. Untuk itu perlu melakukan pemeriksaan dan karantina harus dilakukan sedini mungkin oleh pemda konut. Pihaknya menyarankan pemda konut untuk segera melakukan karantina (Pemberhentian Sementara) terhadap perusahaan tambang yang ada di konawe utara.

“Mendesak pemerintah daerah khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konut, untuk menghentikan sementara aktifitas pertambangan dan bongkar muat yang ada di Konawe Utara karena aktifitas tambang adalah lalu lintas pekerja dari dan luar daerah Konawe Utara,” Imbuh, Iqbal.

Menurutnya, Pekerja tambang dari luar daerah Konawe Utara, yang belum melalui pemeriksaan dan lain sebagainya. Perlunya pemda konut untuk melakukan tindak tegas, sebab penyebaran COVID-19, virus corona menjadi ancaman serius di tengah masyarakat.

div class="__mango" data-placement="163">

“Disampaikan kepada tim gugus pencegahan Covid-19, bahwa kondisi di daerah tambang yang ada di seputaran Mandiodo, Tapunggaya. Terkhusus di Desa Puusuli, Kecamatan Andowia, bahwa aktifitas tambang masih berjalan. Dan saat ini pendatang atau karyawan yang dari luar konut sudah lebih dari 30 sampai 100 orang dalam kurun waktu 3 hari ini, utamanya sopir truk tanpa pemeriksaan. Khawatiran masyarakat jangan sampai di biarkan, maka bisa jadi ada yang membawa atau terpapar Covid-19, karena saat ini mereka juga berkumpul dan tinggal satu rumah dengan jumlah 30 orang.” Tambahnya.

Sekertaris DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Konawe Utara itu, mengutarakan, saat protokol karantina dilakukan di tiga pintu masuk daerah, baik darat, laut maupun udara. Harus benar benar terawasi dengan baik. Apapun alibi dari aktifitas tersebut jika mendatangkan orang dari luar Konawe Utara, yang saat ini zero infeksi virus corona (covid-19), akan menyebabkan penyebaran virus semakin meluas di bumi oheo.

“Salah satu kawasan yang ditetapkan sebagai area pembatasan sosial dan fisik berskala besar tersebut adalah daerah tambang. Selain itu juga beberapa kawasan jalur masuk obyek vital perbatasan kabupaten, yang notabene pemda konut sudah melakukan langkah preventif. Rencananya, kawasan pembatasan sosial maupun fisik berskala besar di kabupaten konawe utara akan diperluas,” Ungkap Iqbal kepada media Rakyat Post sebagaimana dilansir Abadikini.

“Pemda kiranya dapat memantau fokus pada daerah-daerah yang aktifitasnya membawa atau mempekerjakan banyak orang/kelompok, terutama di wilayah pekerja tambang, kalau perlu langsung Lockdonw. Berikan kenyamanan untuk masyarakat konawe utara, satu terpapar semua jadi korban,” Tegasnya.

Ia juga menyarankan ke gugus pencegahan dan pemerintah kecamatan untuk lebih berperan secara aktif, dengan membangun pos pemeriksaan terhadap pekerja yang akan masuk dan keluar daerah konawe utara.

 

Sumber Berita
Rakyatpost
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close