Erwin Papilaya Mengaku Resah dan Gelisah, Kucumbu Tubuh Indahku Raih Film Terbaik FFI 2019

Abadikini.com, JAKARTA – Juru bicara Aliansi Bersama Cinta Djakarta (ABCD) Erwin ‘Ernesto’ Papilaya angkat bicara soal Film Kucumbu Tubuh Indahku yang memenangkan penghargaan Festival Film Indonesia (FFI) 2019.

Erwin mengaku gelisah, resah dan sangat menyanyangkan panitia FFI 2019 memberikan penghargaan kategori film terbaik kepada Film Kucumbu Tubuh Indahku.

Menurut pria yang akrab disapa EP itu, Film Kucumbu Tubuh Indahku tidak mendidik karena justru mempertontonkan perilaku seksual menyimpang (LGBT) sehingga memberikan dampak negatif bagi generasi muda yang kadang masih labil.

Kaitan antara film dan budaya. Menurut EP, film yang ditonton ikut mempengaruhi realita kehidupan di masyarakat. Budaya yang berada di masyarakat semakin samar, tergerus dan melebur dengan sendirinya.

“Film dan budaya saling mempengaruhi, ada unsur timbal balik diantara keduanya, film mempengaruhi budaya setelah sebelumnya budaya melatarbelakangi dibuatnya sebuah film,” kata EP kepada Abadikini.com di Jakarta, Rabu (11/12/2019) siang.

EP menambahkan, masih banyak nilai-nilai seni dan budaya di masyarakat Indonesia yang baik dan layak diangkat ke layar lebar sehingga memberikan inspirasi dan pelajaran positif kepada generasi muda.

“Sebelum diangkat ke layar lebar harusnya seni dan budaya kita harus diuji dulu dengan nilai-nilai Pancasila yang sejalan dengan keyakinan agama. Jadi tidak asal-asalan menuruti selera pasar dan trend global,” pungkasnya.

Secara garis besar film ini Kucumbu Tubuh Indahku bercerita tentang penari tradisional lengger bernama Juno yang diperankan oleh Muhammad Khan.

Karakter itu terinspirasi dari penari bernama Rianto, mantan penari lengger yang menjajak level kaliber internasional dan menetap di Tokyo.

Kisah hidup Juno dalam Film Kucumbu Tubuh Indahku sama sekali tidak mudah, sejak kecil ia mengalami berbagai kejadian yang sangat mengguncang hati dan pikirannya.

Belum lagi ia harus nomaden untuk bertahap hidup. Ia kerap dianggap sumber kesialan karena identitasnya sebagai pria gay.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close