Wajah Baru Ilmu Pengetahuan Berbasis NeuroLeadership

Penasaran dengan ilmu Pengethuan baru yakni NeuroLeadership  Indonesia, disebut NeuroLeadership karena merupakan perpaduan interdisplin bidang ilmu sifat-sifat Neuron otak berkaitan dengan praktek-praktek pada kepemimpinan dan Manajemen.

Menunjukkan interkoneksi/interface dari berbagai aplikasi pada kognitif social, afektif, kognitif, dan integrative neuroscience dengan praktek dan teori kepempimpinan dan Managemen social science. singkatnya NeuroLeadership adalah Kepemimpinan Otak, hal baru bagi wajah Bangsa Indonesia, sehingga kita perlu tahu tentang illmu Pengetahuan baru ini.

Untuk pertama kali NeuroLeadership Idonesia hadir di Indonesia dalam Forum awal NLI pada Rabu tanggal 27 Februari 2019 Launching perdana Buku Prof. Dr. Taruna Ikrar,S.Pharm.,MD. Ph.D “Gagasan Indonesia Modern berbasis Neuroeadership”. Selanjutnya anda bisa mengikuti dan mengakses di website https://neuroleadership.id bagaimana program ini bermanfaat bagi Indonesia di masa depan bagi kepemimpinan kaum milenial dalam abad, hal ini sudah melalui riset terkemuka di Amerika pada Pemilihan Calon  Presiden USA.

Donald Trump dan Hillarry Clinton melalui pendukung partai Politik Republik dan Partai Politik Demokrat, dari dua sisi ini bisa kita lihat prediksi kepemimpinan du Calon Presiden ini cenderung ke mana arah NeuroLeadership sehat atau tidak sehat. Ini salah satu Program terbarukan Bagi dunia dan Indonesia tentunya.

Harapan terbesar  dalam cita-cita  ini adalah berujung pada Kepemimpinan  bagi Bangsa dan Negara Indonesia yang berkadilan dan berkemakmura yang berkelanjutan di seluruh lini kehidupan masyarakat Indonesia, kita tidak lagi bicara Pro dan kontra terhadap Calon Presiden atau kepala Daerah dan tidak mempersoalkan kubu A ataupun B akan tetapi lebih banyak membahas kebermanfaatan Otak  dalam Kepemimpinan seseorang atau kreatifatas seorang Calon Presiden ke depan.  Sehingga hal ini bisa dilakukan pemetaan otaknya Cenderung membangunnya ke arah  mana yang akan diregulasi dalam pengambilan keputusan.

Sains ilmu pengetahun terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman serba milenial, artinya para ilmuan sudah jauh hari memikirkan akan bagaimana masa depan ini akan berubah drastis dalam teknologi yang semakin canggih ke depan, kehidupan manusia akan banyak dipengaruhi  oleh teknologi modern, penyebab hal ini terjadi akibat saya pikir bertumpu pada akar “otak” manusia dalam menjalarkan mimpi-mimpi besarnya yakni nalar-nalar positif yang akan saling terhubung satu dengan yang lainnya dalam nalar manusia-manusia yang ada di muka bumi ini.

Tidak ada bisa memprediski kapan hal tersebut bisa berwujud ada missal mimpi dunia akan ipenuhi robot-robot pengganti manusia dalam melaksanakan tugas manusia itu sendiri dan hal ini suah diterbukti dibelahan dunia Eropa mungkin anda pernah mendengarkannya yakni “Sofie”.

Dan jika hari ini sering membuka instagram dan follow akun Wevolver.com anda akan dapat melihat teknologi modern baik robot bebenrtuk ular, maupun mnausia dalam memainkan music, tentu hal tersebut anda tersadarkan bahwa robot akan menggatikan keselurhan tugas-tugas yang biasa dilakukan oleh manusia.

Dewasa ini para pakar ilmuwan sedang berusaha dan berjuang untuk mengungkap misteri sirkuit pemetaan otak manusia. Pemetaan dalam sirkuit atau networking antara sel-sel saraf, di otak dalam menjalankan fungsinya, misalnya fungsi berfikir, fungsi koordinasi, fungis regulasi terhadap berbagai organ tubuh lainnya, termasuk dalam hal fungis leadership, fungsi sosiokultural, dan seterusnya.

Hubungan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju bagi bangsa yang memiliki karakter yang kuat untuk memajukan bangsanya ditengah kompetisi global, maka hal tersebut tertuju dalam dua aspek kehidupan manusia yaitu Aspek SumberDaya Manusia yang tercerahkan dan Sumber IPTEK, dua hal inilah yang akan membangun peradaban bangsa yang lebih elegend di mata dunia.

Dan Indonesia tentu saja sudah melaluinya yakni Karakter kuat dalam Kepemimpinan Founding Fahters Soekarna-Hatta yang memiliki karakter untuk mempersatukan nusantara ini dalam sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampailah ke Merauke. Akan tetapi bangsa seluas ini sedikit kalah saing dari Negara tetangganya. Dan apa hal yang harus dilakukan untuk segera merubah arah bangsa menjadi bangsa yang modern yang tidak meninggalkan nilai-nilai  luhur pendiri Bangsa ini.

Karakter kuat tersebut berupa mentality yang kuat dalam prinsip hidup, misalnya, bangsaku harus berani berdiri di kaki sendiri, itu kalimat dan ucapan soekarno dalam setiap pidatonya dihadapan ribuan rakyatnya, kala itu bangsa yang ingin menjajah juga tidak berani menginjak kakinya di bumi Nusantara ini sampailah hal produksi impor dan ekspor menjadi kebijakan sendiri sehingga kehidupan bangsa pada waktu itu lebih cenderung menghargai produktitifas local artinya menghargai karya anak bangsa tanpa campur tangan Negara luar. Nah saat ini kita tidak bisa meredam arus masuk suatu pengetahuan baru yang bersifat globalisasi dalam seluruh lini kehidupan manusia.

Siapapun hari ini bisa menjadi apapun yang diinginkannya tanpa ada aturan atau system yang kuat dalam mengubah cara pandang seseorang.

Produk ideologi bangsa ini adalah Pancasila, mulai dari Ke-TUHAN-an diatur sedemikian indahnya, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam  kemusyawaratan dan perwakilan, dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.  Cerminan dari karakter bangsa yang maju adalah sejarah awal berdirinya bangsa tersebut yang memiliki nalar Kepemimpinan atau yang membangun perdaban bangsa yang disegani oleh bangsa-bangsa lainnya. Tanpa itu semua karakter bangsa ini takkan hidup sampai detik ini sampai saya leluasa mengetik tulisan ini, dengan teknologi modern saat ini.

Untuk membangun jiwa kepemimpinan yang bisa merangkul seluruh cita-cita besar Founding terdahulu adalah kita mampu mencari solusi yang terbaik bagi bangsa ini ke depannya dengan dihadirkannya berbagai SDM yang handal berupa Ilmuwan-ilmuwan terkemuka di Indonesia dan Dunia ini. Ada Prof. B.J. Habibie dengan pesawatnya, Prof. Taruna Ikrar dengan NeuroLeadershipnya diantara dua ilmuwan tersebut memberikan arah baru IPTEK bangsa yang modern.

Prof. Taruna dengan wajah baru Ilmu Pengetahuan ingin menghadirkan solusi terbaik bagi bangsa ini ke depan. Ibarat sebuah pohon besar yang akan menjalar kemana hendak ia pergi, kuncinya adalah proses dan keterawatan untuk terus menerus ilmu pengetahuan ini digunakan bagi bangsa ini ke depan. Kita tidak bisa harus mengeluh soal nostalgia masa lalu yang indah maupun tidak indah. Bijaksananya adalah merangkul kembali orang-orang sehat dalam memimpin Bangsa ini ke depan dengan NeuroLedership Indonesia yang berkeadaban semoga kembali bangsa ini akan disegani oleh bangsa lain. Kita tidak perlu lagi menjilat untuk maju, mengorbankan  segelintir anak bangsa ini untu kkepentingan sesaat kita, tidak menghalakan segala cara untuk tetap bisa menjadi penguasa tetap bangsa ini, initnya tidak menindas manusia lain demi kepentingan nafsu kita sendiri.

Dalam benak saya kita memliki banyak inspirasi atau karya besar putra-putri terbaik Nusantara ini dalam memandang peradaban modern bangsa Indonesia dalam khazanah pengetahuan dalam syair Gurindam 12 karya Putra terbaik Melayu melaluinya Bangsa ini direkat dalam bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia yang berawal dari bahasa melayu yang kemudian menjadi Bahasa Pemersatu seluruh wilayah negeri ini dalam gurindam 12 pasal 5 yang berbunyi

Jika hendak mengenal orang berbangsa. Lihat kepada budi dan bahasa. Jika hendak mengenal orang yang berbahagia. Sangat memeliharakan yang sia-sia. Jika hendak mengenal orang mulia. Lihatlah kepada kelakuan dia. Jika hendak mengenal orang yang berilmu. Bertanya dan belajar tiadalah jemu. Jika hendak mengenal orang yang berakal. Di dalam dunia mengambil bekal. Jika hendak mengenal orang yang baik perangai. Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai”. Artinya  adalah mendasar dalam mebangun bangsa ini ke depan yaitu prinsip nilai kemajemukan dalam diri seseorang, yakni kepemimpinan diri sendiri dalam mengasah otak yang sehat menjadi lebih terarah dan terukur sebab dalam kehidupan ini dibatasi oleh waktu.

Tidak ada yang tidak mungkin yang akan terjadi dalam peradaban Indonesia yang memiliki gagasan-gagsan modern untuk maju ke depan. NeuroLeadership Indonesia merangkul kembali amanah Founding Fahters tersebut melalui pengetahuan modern. Adal kerja-kerja besar ke depan akan memancarkan cahaya keseluruh pelosok negeri ini terutama pada sumber daya manusia yang selalu tercerahkan dan terberdayakan kelak kedepan labih mandiri, professional, dan terus maju dalam cita-cita besar yaitu Kemakmuran dan keadilan seluruh masyarakat Indonesia.

R. Mayangsari
Penulis adalah
 Direktur Lembaga Pelatihan dan Sekolah Menulis Lingkar Penulis Indonesia

  • 8
    Shares
Topik Berita