Pemilihan Pengganti Raja Malaysia Digelar 24 Januari

Abadikini.com, KUALA LUMPUR – Dewan Kerajaan Malaysia akan mengadakan pertemuan pada 24 Januari untuk menentukan pengganti dari Sultan Muhammad V. Dia memutuskan turun dari takhta pada akhir pekan lalu.

Menurut Patih Kesultanan Syed Danial Syed Ahmad, sultan terpilih akan dilantik pada 31 Januari, seperti dilansir AFP, Selasa (8/1).

Syed Danial mengatakan tanggal tersebut ditetapkan oleh Dewan Kerajaan dalam pertemuan di Istana Negara pada Senin (7/1). Pertemuan dihadiri oleh Kesultanan Trengganu, Perlis, Negeri Sembilan, Johor, Perak dan Kedah.

Pertemuan itu diadakan setelah Sultan Muhammad V memilih turun takhta pada Minggu (6/1) setelah dua tahun berkuasa.

Pengunduran dirinya merupakan yang pertama kali terjadi dalam sejarah Malaysia.

Dalam sistem monarki konstitusional yang dianut Malaysia, pemilihan sultan dilaksanakan bergiliran setiap lima tahun sekali. Pemungutan suara harus dilakukan dalam kurun waktu empat minggu sejak kekosongan kekuasaan terjadi.

Sultan Malaysia mengambil peran seremonial, termasuk bertindak sebagai pemelihara nilai Islam di negara mayoritas Muslim tersebut. Persetujuan raja juga diperlukan dalam penunjukan perdana menteri dan berbagai pejabat senior.

Berdasarkan urutan rotasi, Sultan Pahang akan menjadi Sultan Malaysia selanjutnya. Diikuti oleh Sultan Johor.

Meski begitu, suksesi mungkin tidak semudah yang dibayangkan, mengingat Sultan Ahmad Shah dari negara bagian Pahang, sudah uzur dan dilaporkan sedang sakit. Pejabat kerajaan mengatakan dia tidak menghadiri pertemuan pada Senin lalu dikarenakan kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan pemerintah berharap Sultan Malaysia akan dipilih sesegera mungkin.

Dia mengatakan pemilihan harus dipercepat karena harus mengadakan audiensi dengan raja mengenai beberapa hal.

“Pemerintah menerima keputusan (Sultan Kelantan) Sultan Muhammad V untuk mundur,” kata Mahathir kepada wartawan, setelah meresmikan kantor Parti Pribumi Bersatu Malaysia, di negara bagian Terengganu.

“Itu sesuai dengan konstitusi,” ujar Mahathir.

Sultan Nazrin Shah dari negara bagian Perak menjabat sebagai raja sementara, karena ia merupakan Wakil Raja saat ini. Dia mengambil alih tugas-tugas Sultan Muhammad V setelah ia pergi cuti terkait dengan kondisi kesehatannya di awal November 2018.

Meskipun telah bermunculan kabar terkait pengunduran diri raja beberapa hari terakhir, masyarakat masih terkejut dengan kabar berita tersebut. Tidak mengherankan karena hal tersebut baru pertama kalinya terjadi, sejak berakhirnya era pemerintahan kolonial Inggris pada 1957.

“Saya terpana atas kerendahan hatinya” kata Siti Nur Fahimah Razali, seorang pedagang berusia 25 tahun berasal dari negara bagian Kelantan kepada surat kabar New Straits Times.

Muhammad V dikenal karena kepribadiannya yang santai dan kegemarannya mengendarai kendaraan off-road dan olahraga ekstrim lainnya. Namun, dia membuat kejutan setelah mengajukan izin cuti ke luar negeri untuk berobat, tetapi ternyata menikah dengan mantan ratu kecantikan Rusia Oksana Voevodina.

Resepsinya yang digelar di Moskow, Rusia terbilang mewah. Sejauh ini pejabat Kerajaan Malaysia belum mengomentari laporan tersebut. Namun, pernikahan seperti itu dirasa kurang cocok dengan adat dan kebiasaan kerajaan yang konservatif. (ak/cnn)

  • 7
    Shares
Topik Berita