Kebijakan Seleksi Akpol Dinilai Tak Toleran dan Merusak Citra Polri, IPW Desak Kapolri Copot Kapolda Jabar

abadikini.com, JAKARTA – Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mendesak Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian segera mencopot Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan dari jabatannya. Kebijakan Anton, dinilai Neta, telah mencoreng institusi Polri.

“Kita mendesak Kapolri agar mencopot Kapolda Jawa Barat, walaupun dia orang kuat, orangnya Pak Budi Gunawan,” kata Neta S Pane di Jakarta, Minggu, (2/7/2017).

Menurut Neta S Pane kebijakan Kapolda Jabar itu jelas menyalahi aturan penerimaan Akpol yang berlaku selama ini. Soal penerapan kategorisasi putra daerah dan non putra daerah dalam proses seleksi itu bisa memunculkan anggapan Polri seolah anti Kebhinekaan dan tidak toleran.

“Dari mana aturannya harus putra daerah? Akpol itu nantinya akan bertugas di seluruh Indonesia, tidak hanya Jawa Barat. Kebijakan Kapolda Jawa Barat ini imajiner yang keblinger dapat merusak sistem yang sudah baik dibangun Polri saat ini,” tegas Neta.

Sementara itu, Kabagmitra Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Awi Setiyono, menegaskan Kapolri telah mengevaluasi kebijakan yang dikeluarkan Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan terkait seleksi penerimaan Akpol. Kapolri telah perintahkan Asisten SDM Kapolri Irjen Arief Sulistyanto, Divisi Propam Polri dan Irwasum menyelidiki kasus tersebut.

“Ke depannya tidak boleh terjadi lagi, aturan yang sudah ada di pusat tidak perlu dibenturkan dengan aturan yang ada di daerah,” tegas Kombes Awi.

Sebelumnya, Asisten Kepala Polri Divisi Sumber Daya Manusia (SDM), Irjen Pol Arief Sulistyanto, diperintahkan Kapolri untuk turun langsung mengambil alih seleksi penerimaan Taruna Akpol di Jawa Barat diambil alih Mabes Polri. Yang mana sebelumnya, hal itu menjadi tanggung jawab Polda Jawa Barat.

Irjen Arief menjelaskan, penyelenggaraan seleksi Taruna Akpol diambil alih Mabes Polri setelah keputusan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan, yang memberlakukan kuota penerimaan Taruna Akpol dibagi menjadi kuota khusus.

“Keputusan Kapolda Jawa Barat dibatalkan. Saya ke sini dalam rangka melakukan supervisi terhadap proses penerimaan anggota Polri 2017 di Polda Jawa Barat. Kekisruhan yang terjadi tidak dikehendaki panitia pusat,” ungkap Arief di Mapolda Jawa Barat, Sabtu (1/7/2017) kemarin. (mhd.ak)

Baca Juga

Back to top button