Gatot Nurmantyo Dinilai Pengamat Memiliki Sejumlah Kelemahan dalam Berpolitik, Ini Penjelasannya

abadikini.com, JAKARTA – Pengamat politik Donny Gahral Adian menilai, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berpotensi turun ke politik praktis. Namun, dia memiliki beberapa kelemahan.

“Terjun ke politik bukan semata-mata memiliki potensi saja, tapi harus ada beberapa aspek lain yang harus dimiliki dari diri Gatot,” ujarnya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Misalnya, jaringan (networking). Menurutnya, untuk terjun ke dunia politik harus memiliki jaringan kuat untuk mendapat dukungan dan persepsi positif dari publik. “Jadi, bukan hanya kuat di kepemimpinan saja,” jelasnya.

Kedua, kata Donny, Jenderal Gatot pun memiliki kelemahan dalam dukungan kekuatan politik. Sebab, pandangannya, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu cuma didukung segelintir pihak. “Yang biasa disebut kekuatan politik sayap kanan. Padahal, di sana masih ada kekuatan lainnya,” ungkapnya.

Karenanya, akademisi Universitas Indonesia (UI) ini menyarankan Jenderal Gatot meminta dukungan kepada khalayak luas, bila ingin melaju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. “Dia harus meminta support yang luas dari masyarakat, baik formal maupun non-formal. Organisasi masyarakat lainnya juga, agar mampu bertahan di dunia politik,” bebernya.

Meski demikian, Donny mengakui, Jenderal Gatot cukup baik di militer serta dianggap kuat dan solid. Kemudian, memiliki pemahaman baik di berbagai sektor.

“Ketika dia jadi Panglima, itu yang kita lihat, dia tidak semata-mata mengurus pertahanan negara saja. Tapi, ada soal lain yang ia urus, seperti ekonomi, budaya, dan sebagainya,” tandasnya. (beng.ak/dc)

Topik Berita

Baca Juga