Kasihan, Gara-gara Kesalahan Dokter Akibatkan Penisnya Putus, Bocah ini Dapatkan Rp 471 Miliar

Abadikini.com, RIVERDALE – Sebagian besar manusia di dunia pasti mengenal istilah sunat. Ya, sunat adalah pemotongan ujung kulit/kulup alat kemaluan pria. Tujuannya tak lain adalah untuk kesehatan dan kebersihan alat kelamin. Dengan dipotongnya ujung kulit yang mengganggu, alat kelamin pria dinilai akan lebih bersih setelah buang air kecil.

Namun, sunat juga harus dilakukan dengan hati. Salah-salah justru akan berakibat fatal. Pasalnya ini menyakut alat kelamin seseorang yang merupakan organ paling intim pada pria. Contohnya seperti kasus tragis yang baru-baru saja terjadi.

Seorang anak laki-laki berusia lima tahun telah diberikan kompensasi sebesar 24 juta pound atau setara dengan Rp 471 miliar. Hal tersebut diberikan karena dokter gagal melakukan sunat pada bocah kecil malang tersebut.

Bocah malang ini diketahui berinisial DJ dan baru 18 hari menjalani prosedur di Life Cycle Pediatrics di Riverdale, Georgia. Kecelakaan ini terjadi setelah bidan Melissa Jones secara tidak sengaja tergelincir saat hendak memotong kulit kepala penis. Hal tersebut menyebabkan sebagian penis DJ harus terputus.

Melihat hal tersebut, staf klinik langsung mengirim DJ ke rumah sakit untuk menghentikan pendarahannya dan mencoba menyambungkan kembali penis yang telah putus itu.

Melihat hal tragis menimpa anaknya, gugatan pun lantas diajukan oleh keluarga anak itu. Mereka mengklaim bahwa Jones dan Dr Brian Register memutuskan untuk menyimpan potongan penis DJ di lemari es. Mereka lantas membuang potongan penis itu beberapa bulan kemudian ketika tindakan hukum sudah dekat.

Atlanta Journal-Constitution melaporkan bahwa ibu anak, Stacie Willis, diinstruksikan untuk memasukkan instrumen ke penis DJ tiga kali sehari untuk lubang kencingnya tidak menutup. Sejak prosedur pada Oktober 2013, seorang juri mendengar bagaimana bocah itu dibiarkan kesakitan secara fisik dan harus menyingkirkan kudis hanya untuk buang air kecil.

DJ telah melakukan operasi di Minnesota dan Massachusetts untuk membuatnya lebih mudah saat buang air kecil. Dokter pun berharap bahwa bocah malang ini masih dapat memiliki anak di masa depan. Dokter menambahkan bahwa anak itu harus menjalani lebih banyak tes ketika dia menginjak pubertas untuk melihat apakah dia masih memerlukan operasi lebih lanjut.

Pengacara Neal Pope, yang menangani DJ dan ibunya, mengatakan kepada pengadilan di Clayton County bahwa kliennya akan merasakan penderitaan selama bertahun-tahun karena kesedihan mental alat kelaminnya.

Dia mengatakan bahwa anak itu mungkin akan berjuang keras untuk menemukan pasangan dan kemungkinan akan menghadapi malu ketika dia beranjak dewasa.

Pada kesempatan yang sama Pope menunjukkan instrumen logam, penjepit Mogen, yang digunakan ketika ujung penis DJ teramputasi. Ia menambahkan bahwa ibu anak itu tidak diberitahu bahwa penisnya telah putus. Selain itu tidak ada orang, termasuk Jones dan Register, menyarankan operasi darurat untuk menyelesaikan masalah.

Pope meminta keluarga yang dirugikan diberi kompensasi sebesar 76 juta pounds atau Rp1,5 triliun dalam upaya untuk membayar rasa sakit yang dialami oleh bocah malang tersebut.

Pengacara Pertahanan Terrell Benton yang mewakili bidan perawat dan dokter yang telah bertanggung jawab mengatakan bahwa 762 ribu pounds berfungsi untuk menutupi biaya medis anak itu, dan biaya terapi penderitaan jangka panjang.

Seorang juru bicara untuk hukum keluarga mengatakan hakim telah menetapkan pembayaran 24 juta pounds atas kecelakaan medis ini. Namun, tidak jelas berapa banyak masing-masing terdakwa akan membayar. (ernesto.ak/okz)

  • 5
    Shares
Topik Berita