Krisis Ekonomi, Presiden Venezuela ke China Cari Pinjaman

Abadikini.com, JAKARTA – Presiden  Venezuela, Nicolas Maduro, dilaporkan akan berkunjung ke China untuk mencari pinjaman baru di tengah krisis ekonomi di negaranya.

“Saya memiliki harapan besar dan kami akan bertemu lagi dengan banyak prestasi,” ujar Maduro melalui siaran langsung dari bandara sebelum ia bertolak ke China, Rabu (13/9).

Menteri Luar Negeri Cina menyatakan bahwa kunjungan Maduro akan berlangsung dari Kamis hingga Sabtu atas undangan Presiden Xi Jinping, seperti dilansir kantor berita Xinhua

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriquez saat ini sedang di China dan telah bertemu dengan Wakil Presiden Cina Wang Qishan.

Wang dan Rodriguez mengatakan bahwa kedua negara memiliki hubungan yang kuat sejak lama dan ingin memperluas kerja sama di berbagai bidang.

Selain itu, Rodriguez juga dilaporkan bertemu dengan Zhang Jianhua, presiden perusahaan minyak negara, CNPC, untuk membahas rencana kerja sama. Namun, jubir CNPC tidak bisa memberikan tanggapan terkait laporan pertemuan ini.

CNPC terkenal sebagai investor besar dalam eksplorasi minyak bumi dan gas di Venezuela, membayar pinjaman pemerintahan dalam satu kesepakatan.

China meminjamkan lebih dari 50 miliar dolar ke Venezuela dan ditukar dengan minyak bumi sebagai cadangan sumber daya energi Beijing.

Aliran dana dihentikan tiga tahun lalu. Namun, Venezuela mengajukan usulan mengubah syarat pertukaran di tengah kejatuhan harga minyak yang menyebabkan negaranya mengalami hiperinflasi.

Kementerian keuangan Venezuela menyatakan bahwa Bank Pembangunan China meminjamkan $250 juta untuk mendorong produksi minyak, tapi tak ada penjelasan lebih lanjut. 

Sebelumnya, Venezuela juga menerima pinjaman $5 miliar untuk sektor minyak negara dari China. 

Kini, Beijing dilaporkan masih menunggu pengumuman Maduro tentang rencana ekonomi, termasuk mengenai devaluasi dan sistem nilai tukar. (ak/cnn)

  • 6
    Shares
Topik Berita