Marsha Timothy Kembali ke Dunia Teater

Abadikini.com, JAKARTA – Setelah terlibat dalam pementasan teater “Perempuan-Perempuan Chairil”, Marsha Timothy memutuskan kembali lagi ke atas panggung. Kali ini, keikutsertaan Marsha di pentas bertajuk “Bunga Penutup Abad” akan menggantikan posisi Happy Salma untuk memainkan peran Nyai Ontosoroh.

Mengenai sosok Nyai Ontosoroh, Marsha punya pandangan sendiri. Sosok yang diadaptasi dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa, sangatlah unik.

“Saat diatawari untuk bermain teater rasanya senang. Namun, ketika mengetahui akan melakoni tokoh Nyai Ontosoroh, saya butuh waktu berpikir selama tiga hari. Tokoh ini memiliki karakter kuat. Apakah saya mampu? Akhirnya saya meminta pendapat teman-teman terdekat, dan mereka mengatakan tawaran besar seperti ini jangan sampai ditolak,” ungkapnya saat jumpa pers “Bunga Penutup Abad”, di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018) kemarin.

Setelah menerima tawaran tersebut, ia pun semakin mengagumi sosok Nyai Ontosoroh yang ternyata merupakan wanita yang tanggung dan memiliki idealisme yang tinggi.

“Karakter ini luar biasa. Kalau buat saya, Pramoedya Ananta Toer membentuk Nyai itu sebagai perempuan feminin yang modern, dan di zaman itu belum ada istilah feminin. Namun, Pram membentuk Nyai sedemikian dahsyat dengan karakter fiktif. Alhasil saya bisa merasakan semangatnya seperti nyata,” tambah Marsha.

Demi mempersiapkan diri menghidupkan roh Nyai Ontosoroh dalam dirinya, sejak awal Juli lalu Marsha memulai proses pembedahan naskah, yang ditulis oleh Wawan Sofwan.

Tidak hanya sekadar menghafal naskah, dirinya juga dituntun untuk latihan fisik, seperti berlari yang berdurasi sekitar dua jam. Hal ini bertujuan agar para aktor memiliki stamina yang kuat di atas panggung pertunjukan yang tidak memiliki jeda.

“Ini peran yang besar, jadi saya sangat setuju untuk latihan dari bulan Juli. Latihan kayak tentara atau polwan gitu. Memang seperti itu prosesnya,” pungkasnya sembari tertawa.

Di sisi lain, Marsha yang mengaku sempat tak percaya diri, akhirnya tak mau ambil pusing soal respons masyarakat kelak bila tak memenuhi ekspektasi. Menurutnya, ia akan berusaha sebaik mungkin selama berlatih dan menyerahkan penilaian pada masyarakat nanti.

“Kami enggak bisa memaksa semua orang suka, jadi memang enggak dibebani ke pikiran nanti bagaimana ya, yang penting saya tampil terbaik saja,” katanya. (dor.ak/beritasatu)

  • 7
    Shares
Topik Berita