Netizen Ledek Artis Berkulit Gelap dengan Istilah Magrib, Ustadz Soleh Sofyan Bilang Begini

Abadikini.com, JAKARTA – Sejumlah artis diledek oleh warganet memiliki aura magrib karena memiliki kulit hitam. Mereka kerap menggunakan istilah tersebut untuk mengolok-olok artis-artis tersebut karena tidak memiliki kulit putih dan mulus.

Beberapa selebritas yang kerap diledek di antaranya adalah penyanyi Naura Ayu, Marion Jola, presenter Melaney Ricardo, hingga selebgram Fuji Utami. Naura Ayu lewat cuitan di media sosial X miliknya, Senin (8/7/2024) malah mengungkapkan kekesalannya karena terus diledek memiliki aura magrib.

Ia bahkan siap berada di garis terdepan melawan orang-orang yang mempopulerkan istilah aura magrib. Ia justru merasa bangga dengan fisiknya yang berkulit hitam dan tidak punya hidung mancung.

“Tolong edukasi diri kalian. Saya memang tidak putih, kenapa? Perihal ini, aku mau banget stand up. Kalau ada kampanye pemberhentian komen aura magrib, aku garda depan,” kritik Naura Ayu.

Inget ya, itu waktu salat loh,” sambungnya lagi.

Ustadz Soleh Sofyan, pengurus harian Lembaga Dakwah PB Nahdlatul Ulama (NU) mengatakan pada dasarnya agama Islam melarang pemeluknya kita menghina atau merendahkan dan mengolok-olok seseorang dengan alasan apa pun.

Terlebih lagi hinaan itu menggunakan kata yang memiliki makna mendalam dari sisi Islam. Ia menjelaskan magrib Memilik akar kata gharaba-yaghrubu berarti pergi menjauh, terbenam, asing, atau membentuk kata al-maghrib berarti barat, tempat atau waktu terbenam matahari, al-musytaghrib (oksidentalis).

“Dalam Islam magrib memiliki makna yang sakral dan sangat penting,” jelasnya.

Ia menjelaskan magrib juga merupakan salah satu nama salat wajib yang dilakukan di waktu tenggelamnya matahari. Bahkan magrib juga digunakan untuk menandai dimulainya hari baru atau bulan baru dalam kalender Islam.

“Al-Qur’an pun banyak menyebut kata magrib tidak kurang 13 kali dengan berbagai varian arti dan maksud.  Magrib adalah waktu yang mustahab kita untuk berdoa,” jelasnya.

Dari uraian di atas jelas bahwa tidak ada kata buruk yang melekat pada kata magrib. Jadi sangat disayangkan netizen justru menggunakan kata itu untuk hal yang tidak benar.

“Magrib adalah nama yang terhormat.  Oleh karena itu saya kira tidak ada alasan menggunakan kata magrib untuk merendahkan seseorang. Seolah-olah magrib bermakna gelap, kusam dan hitam. Sangat salah kaprah dan tidak memahami bahasa,” tegasnya.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
planet128 rawit128 planet128 turbo128 planet128 rawit128 cahaya128 rawit128 planet128 rawit128 ufo777 slot gacor planet128 planet128 rawit128 turbo128