Trending Topik

Viral, Jika Terpilih Jadi Presiden Anies Bakal Sikat Kaum Intoleran

Abadikini.com, JAKARTA – Jagat media sosial dihebohkan dengan sebuah video memperlihatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal menindak tegas kelompok intoleran jika terpilih menjadi Presiden.

Video tersebut lantas menjadi viral seperti diunggah pengguna Twitter Tukangrosok_, seperti dilihat pada Senin (9/5/2022).

Dalam narasi cuitannya, netizen itu melontarkan sindiran keras terhadap pernyataan Anies yang menyinggung kelompok intoleran tersebut.

Menurutnya, tanpa kaum toleran dan radikal Anies tidak bakal menjadi Gubernur DKI Jakarta. Bahkan, mantan Mendikbud RI itu menurut sang netizen bukanlah siapa-siapa tanpa kaum intoleran.

“Halah TELEK MBLETENG ! Tanpa kaum intoleran & radikal lu bukan siapa-siapa Nies. Emak-emak pepes & relawan masuk penjara demi lu,” cuit netizen Tukangrosok_.

Anies Bakal Sikat Kelompok Intoleran. Foto: Twitter @tukang_rosok.

Dilihat dari video itu, tampak Anies Baswedan tengah pidato di atas mimbar. Ia pun lantas menyinggung pihak yang disebutnya manusia intoleran.

“Manusia yang intoleran, manusia yang memilih kekerasan, akan selalu ada,” ujar Anies Baswedan.

Menurut Anies, hanya ada dua pilihan bagi masyarakat apakah ingin mendiamkan kaum intoleran itu atau menindak mereka.

“Pilihan kita adalah mendiamkan mereka atau menindak mereka,” kata Anies Baswedan.

Ia pun kemudian menegaskan, apabila nantinya dia terpilih menjadi presiden maka dirinya akan menindak keras manusia-manusia intoleran itu.

“Jika saya presiden, saya akan menindak dengan amat tegas, amat keras!,” tegasnya.

Sontak unggahan video Anies Baswedan mengaku bakal menindak keras manusia intoleran apabila dirinya terpilih menjadi presiden itu menuai banyak komentar warganet, salah satunya netizen Nursalr.

“Produk intoleran mau menindak kaum intoleran? Itu sama aja gebugin kaum yang dulu mati-matian belain dia di pilkada. Trus nanti nyapres ngarep suara siapa? Pendukung Jokowi?,” ujarnya.

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker