Palestina Ku Sayang, Palestina Ku Malang

SEJARAH keberadaan Bangsa Palestina itu sangat panjang dan banyak sejali terjadi pendudukan dan penjajahan yang terjadi sampai sekaran dan sekarang sedang dijajah oleh bangsa Yahudi Zionis Israel yang tidak beradab, dan selalu dilindungi oleh biangnya bangsa penjajah saat ini yaitu Inggris dan Amerika.

Sejarah Palestina diawali dari Bangsa di Kanaan, nenek moyangnya bangsa Palestina. Nama Palestina itu diawali dari sebutan oleh bangsa Romawi kepada bangsa campuran antara bangsa Kanaan, suku asli penghuni wilayah Yerusalem dan sekitarnya dengan para khabilah Arab. Nama Palestina itu diberikan kepada keturunan bangsa Kanaan tersebut karena ada bangsa Filistin yang datang lewat lautan dari Yunani, bangsa Eropa yang sangat ditakuti oleh bangsa Yahudi. Bangsa Kanaan awalnya adalah penyembah berhala.

Berdasar penggalian arkeologi sejarah dan ayat Al Quran, Nabi Ibrahim dan beberapa pengikutnya pindah ke tanah Kanaan, yang di Quran disebut sebagai tanah yang diberkati bagi untuk sekalian manusia, yang kemudian dikenal sebagai wilayah Palestina itu pada sekitar abad ke 19 sebelum Masehi.

Sesuai ayat Al-Qur’an QS Al Anbiya 21:71 yang menyatakan bahwa Allah telah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari siksaan api Raja Namrud lalu mengirimnya ke tanah Kanaan di lokasi yang sekarang disebut sebagai Hebron, Al Khalil, Palestina, bersama Nabi Luth, yang merupakan keponakan dari Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim dan Nabi Luth berdakwah kepada bangsa Kanaan, kini Palestina, yang waktu itu sesat menyembah berhala, agar kembali ke ajaran tauhid, agama Islam. Nabi Ibrahim yang memiliki dua istri lantas mendirikan rumah bagi istrinya Hajar dan putranya Ismail di Mekah, sementara istrinya yang satunya lagi, yakni Sarah, dan putra keduanya Ishaq menetap di Kanaan, yang kini Palestina tersebut.

Singkat cerita selanutnya putra Nabi Ishaq, yakni Nabi Ya’kub, kemudian pindah ke Mesir selama putranya Nabi Yusuf, menjabat bendahara Kerajaan Mesir. Anak keturunan dari Nabi Ya’kub inilah yang kemudian disebut sebagai Bani Israel dan mereka tinggal di Mesir hingga masa pemerintahan Firaun yang berhadapan dengan Nabi Musa tiba. Pada masa Nabi Musa, bangsa Yahudi Bani Israel yang dijadikan sebagai budak Firaun, raja Mesir yang kejam, lantas kabur dan mulai memasuki wilayah Kanaan, kini Palestina tersebut, sekitar tahun 1250 SM.

Sesuai QS Al Maidah 5:21, yakni Allah menjanjikan Nabi Musa dan kaumnya, Yahudi Bani Israel sebagian wilayah Kanaan atau Palestina, agar dapat terhindar dari siksaan Firaun dan anak buahnya. Hal inilah yang lantas dijadikan dalih oleh zionis Israel untuk menguasai dan menjajah bangsa Palestina. Padahal tanah yang dijanjikan itu bukanlah keseluruhan tanah Kanaan, atau Palestina tersebut, namun hanya sebagian saja dan itupun mereka ingkari dan tolak sebagaimana sifat orang yahudi yang suka menciderai janjinya.

Sebagaimana ayat Quran QS Al Maidah 5: 24-26 yakni ketika kaum Yahudi Bani Israel menolak memasuki wilayah Palestina dan menyuruh nabi Musa sendiri yang masuk ke wilayah Palestina tersebut. Hingga Allah murka dan justru mengharamkan tanah Palestina yang tadinya dijanjikan bagi mereka itu.

Kemudian sejak saat itu hingga empat puluh tahun berikutnya maka bangsa Yahudi Bani Israel terlarang datang ke Palestina dan akan mengembara kebingungan di muka bumi ini tanpa tempat. Setelah Nabi Musa tiada maka kepemimpinannya digantikan oleh putra Nabi Harun, yakni Elizar, yang kemudian digantikan oleh Yusya, yang kemudian berhasil memasuki kawasan Palestina kemudian menguasainya, dan tinggal di Palestina hingga masa Nabi Daud dan dilanjutkan dengan anaknya, Nabi Sulaiman.

Pada era Nabi Sulaiman inilah lantas berdiri istana Sulaiman di dekat lokasi Masjidil Aqsa, yakni tepatnya di lokasi dome of rock. Berkaitan dengan kesuksesan dan kejayaannya di Palestina di bawah kepemimpinan Sulaiman as., Allah abadikan dalam Q.S. al-Naml/27: 17 dan 37; serta Q.S. al-A‘râf/7: 27. Dengan wilayah kekuasaan meliputi Sungai Nil di selatan sampai sungai Eufrat yang sekarang adalah negara Siria di Utara.

Setelah Nabi Sulaiman tiada, bangsa Yahudi mulai kembali kewatak semula yaitu menjadi bangsa yang kasar dan egios sehingga pada masa itu terjadilah kemerosotan peradaban mereka. Setelah terbelah menjadi dua wilayah kerajaan, yaitu diselatan menjadi Kerajaan Yehuza (Judah) dengan ibukotanya Yerusalem (al-Quds). Negara/kerajaan ini dipimpin oleh Rehoboam ibn Sulaiman. Ia dibaiat dan didukung oleh dua suku Bani Israel, yaitu Yehuza dan Benyamin yang tinggal-berdomisili di wilayah Selatan dan di sekitar Yerusalem.

Sementara dibagian utara Mereka menamakan kerajaan mereka dengan “Israel” dan menjadikan ibu kota kerajaan mereka berturut-turut di Syakim, Terzah dan terakhir di Samirah. Sejak itu Yahudi Israel mengalami ke merosotan hingga datang bangsa Babilonia dan Romawi ke wilayah Palestina, dan yang memimpin wilayah tersebut selanjutnya.

Pada tahun 640 M pasukan muslim berhasil merebut wilayah Palestina dari Romawi, dan selanjutnya berada di bawah pimpinan Khalifah Umar bin Khatab. Kemudian ketika perang salib terjadi, Palestina dipimpin oleh kerajaan Ottoman dari Turki sampai terjadinya perang dunia pertama yang menjadikan awal kehancuran bangsa Palestina, karena saat itu kerajaan Ottoman termasuk kelompok yang kalah perang dan selanjutnya kekuasaan dilayah Palestina dikuasai kelompok pemenang perang yang dipimpin oleh Inggris pada tahun 1917.

Sejak saat itu Palestina dijajah oleh Inggris dan membagi wilayah wilayah tertentu di palestina untuk bangsa Palestina dan bangsa Yahudi. Selama penjajahan inggris, tentu saja terjadilah migrasi besar besaran bangsa Yahudi dari penjuru dunia ke tanah palestina dengan fasilitas khusus pula. Dengan banyaknya dinamika sosial dan politik serta ekonomi yang terjadi sejak perang dunia ke 2, maka Inggris menyerahkan kekuasaan atas tanah di palestina ke Perserikatan Bangsa Bangsa untuk menentukan keberadaan bangsa Palestina dan Bangsa Israel selanjutnya.

Dengan dukungan Inggris dan Amerika serta beberapa Negara eropa lainnya, Negara Israel dapat terbentuk pada tanggal 14 Mei 1948, yang tentu saja mendapat tentangan dari bangsa arab dan Persia disekitarnya. Sedangkan bangsa Palestian dibiarkan tetap menjadi bangsa tanpa pemerintahan sendiri.

Maka terjadilah beberapa kali perang antara Isreal dengan Negara2 Arab disekitarnya sejak tahun 1948 sampai dengan tahun 1973 untuk membatasi tujuan Negara Yahudi Israel menganeksasi seluruh wilayah Palestina. Akan tetapi dengan dukungan penuh dari Amerika dan Inggris,serta peran serta PBB, maka kebanyakan peperangan tersebut masih dimenangkan oleh Zionis Yahudi Israel.

Didalam negeri Palestina sendiri perlawanan terus berlanjut sampai sekarang, mulai dari gerakan Intifada satu, intifada dua, sampai pada tahun 1993, terjadi kesepakatan kesepakatan Oslo yang mengakui adanya Negara Palestina Merdeka (sebagian) oleh Israel dan Negara Yordania dan di dukung oleh Negara Eropa dan PBB. Dan terakhir pada tahun 2013 lalu, PBB telah mengakui Negara Palestina sebagai salah satu anggota nya.

Tetapi kenyataannya terus saja karna sifat Sombong dan Egoisnya , Negara Zionis Yahudi Israel selalu saja melakukan tindakan penekanan terhadap Negara Palestina dan selalu menyerang Lokasi Majid Al Aqsa atau Baitul Maqdis untuk menunjukkan kekuasaannya. Hal ini terakhir terjadi juga beberapa hari yang lalu, dimana ratusan jamaah yang sedang beribadah di Baitul Maqdis di hujani tembakan seporatis dan selanjutnya juga mengakibatkan banyak kekacauan di beberapa wilayah lainnya.

Satu realitas yang nyata berwujud kini dan bahkan mendatang, Palestina semakin terpuruk dalam berhadapan dengan Negara Yahudi Israel, sementara perhatian dan bantuan dari negara-negara Islam semakin sulit didapatkan karena sesama negara Islam sendiri dalam keadaan lemah dan suka berpecah belah antar negara dan dalam negara Islam sendiri, sementara Negara Yhudi Israel semakin solid dan kuat dalam perekonomian, persenjataan dan mendapat dukungan pula secara terus menerus dari Negara-negara Besar seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

Permasalahan yang sedang dan akan dihadapi Negara Palestina idealnya harus menjadi dan merasa bahagian dari permasalahan umat Islam pada umumnya. Rasa persaudaraan antar Negara Islam yang tumbuh dan berkembang di manapun umat Islam berada, menjadi alternative utama dalam pemecahan masalah umat Islam dan Negara Palestina hari ini dan di masa datang.

Ketika penguasa Palestina itu orang muslim, termasuk beberapa orang Nabi hingga sahabat Nabi, Khalifah Umar dan lalu Kerajaan Ottoman, maka kedamaian ada di Palestina, namun sejak penjajahan Inggris yang dilanjutkan dengan kedatangan Zionis Israel yang lalu dibentuk Negara Yahudi Israel di tahun 1948, peperangan dan penjajahan, kekejian berlangsung di bumi Palestina.

Untuk itu diperlukan suatu Negara islam yang kuat pemimpinnya sebagaimana kuatnya kepemimpinanan Khalifah Ustmani yang kuat dan didukung oleh Negara Muslim lainnya yang bersatu, sehingga tidak ada lagi celah bagi Negara Zionis Yahudi Israel untuk bertindak sombong dan Egois untuk tetap dibela oleh PBB dan Negara Pendukung mereka lainnya.

Oleh : HG Sutan Adil
Penulis adalah Ketua DPP FKMI (Forum Komunikasi Muslim Indonesia)
Bogor, 16 Mei 2021

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker