Malam Hari, Warga di Muaro Paneh Terganggu Suara Letusan Petasan

Abadikini.com, AROSUKA – Sejak awal Ramadhan 1442 Hijriah ketenangan warga di Muaro Paneh Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok dalam beribadah dan istirahat terganggu suara letusan petasan.

Zola (25) warga Koto Kaciak Nagari Muaro Paneh yang memiliki balita mengeluhkan suara petasan yang tiap sebentar terdengar didekat kediamannya. Kata dia, suara dari petasan itu sangat mengganggu ibadah salat dan kerapkali mengagetkan anaknya yang terbangun gara-gara bunyi petasan tersebut.

“Anak balita kalau sudah bangun malam hari karena kaget itu hanya bisa menangis, kami sebagai orangtua tentu khawatir anak bisa-bisa kurang istirahat sehingga kesehatannya menurun. Kami berharap agar pemerintah dan kepolisian melakukan pembinaan dan pengawasan, kalau perlu stop peredaran petasan di pasaran dan sita saja semua yang beredar di lapangan agar tidak mengganggu lagi,”ucap Zola dengan wajah penuh harap.

Sementara itu Kapolsek Bukit Sundi Iptu. Tamrin kepada Abadikini.com mengaku sudah mengatahui keluhan warga tersebut. Bahkan pihaknya telah menurunkan sejumlah personil kepolisian untuk mengawasi tempat ibadah seperti Masjid dan Musalla selama bulan puasa kali ini, namun ia juga mengatakan belum semua tempat ibadah dapat dijangkau.

“Untuk dapat beribadah dengan tenang dan tidak mengganggu waktu istirahat malam, semua pihak mesti terlibat dalam pembinaan anak nagari supaya tidak membunyikan petasan ditempat ibadah, apalagi malam hari waktunya penduduk untuk istirahat. Ada yang punya balita dan lansia dirumah mereka. Kita khawatir letusan petasan itu mengagetkan saudara kita hingga membahayakan nyawa dan benda. Letusan petasan itu juga bisa memicu kebakaran, mesti di ingatkan agar tidak menggunakannya,”ucap Kapolsek Bukit Sundi itu via Telepon, Kamis (22/4), malam.

Kepolisian Sektor Bukit Sundi kata dia hampir tiap malam mengawasi Masjid dan Musalla di Muaro Paneh. Selain untuk memberikan rasa aman terhadap warga untuk beribadah juga untuk menertibkan petasan itu. Ia berjanji akan selalu melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap siapapun yang masih menggunakan petasan yang menggangu ketenangan ibadah dan istirahat warga setempat.

Menurut dia, bulan Ramadhan hendaknya dijadikan momentum untuk meningkatkan iman dan ibadah bukan malah dijadikan arena bermain petasan. “Suara petasan membuat gaduh dan mengganggu kekhusyukan ibadah terutama shalat Tarawih,” ucap Tamrin.

Ia berharap semua pihak bisa bekerja sama menekan penyebaran petasan di Muaro Paneh dan sekitarnya sehingga tidak lagi ada dampak buruk yang didapatkan akibat ledakan petasan.

“Jangan sampai petasan ini memakan korban, mari sama-sama kita ciptakan situasi yang kondusif di masing-masing wilayah,” ajak dia.

Tampak personil Polisi yang berjaga di Masjid Raya Muaro Paneh ketika pelaksanaan ibadah salat tawarih Ramadhan 1442 Hijriah. Foto: Fandi Nov Saputra/Abadikini.com

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker