Desak Reshuffle Kabinet, Liga Eksponen 98 Soroti Moeldoko dan Manuver Politik 2024 Para Pembantu Presiden

Abadikini.com, JAKARTA – Liga Eksponen 98 menilai sejumlah anggota kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo sibuk bermanuver politik memproyeksikan diri dalam Pilpres 2024. Kasus terbaru adalah Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dimotori orang dekat Presiden, Kepala Kantor Staf Presiden, Jendral (Purn) Moeldoko.

Koordinator Nasional Liga Eksponen 98, Ma’ruf Asli Bhakti mengungkapkan hal tersebut kepada media usai diskusi internal di salah satu kafe di kawasan Kalibata City, Jakarta, Kamis (11/3/21).

Dikatakannya, sejumlah Menteri yang merupakan pucuk pimpinan partai mulai konsolidasi politik memproyeksikan diri maju Capres, termasuk Moeldoko.

“Fenomenanya sangat gamblang. Nafsu Capres para pembantu presiden jelas dapat kita lihat kasat mata dan vulgar,” kata Ma’ruf.

Meski menurutnya dapat dipahami situasi gejolak politik internal Demokrat menguat dibawah kepemimpinan AHY, Kasus Moeldoko menurutnya termasuk kasar. Langkah KLB cenderung menafikan etika politik.

Menurut Aktivis Gerakan Reformasi 98 ini, selain Moeldoko, gerakan sejumlah tokoh lainnya juga melainkan nampak. Sebut saja katanya, Erlangga.

“Bukan hanya Moeldoko, data kami menyebutkan Ketua Partai Golkar yang juga Menko Perekonomian, Erlangga juga mulai bergerak meski senyap,” ungkap Mantan Ketua HMI MPO Cabang Yogyakarta itu.

Ia juga menyebutkan tokoh lainnya yang turut mengincar posisi RI-1 / RI-2 dari jajaran menteri Kabinet Jokowi. Antara lain, Tito Karnavian (Mendagri), Erik Tohir (Menteri BUMN).

Kondisi tersebut kata Ma’ruf sangat memprihatinkan. Semestinya ujar dia, para pembantu presiden itu fokus pada program pencapaian visi presiden. Mereka semestinya bekerja untuk kepentingan rakyat negara dan bukannya sibuk mengejar kontestasi politik yang masih sekitar 3 tahun.

Diungkapkannya, bukan hanya mereka yang disebut-sebut hendak Nyapres. Bahkan kader partai koalisi yang berada di Kabinet juga ditengarai telah bekerja untuk kepentingan partai masing-masing dalam rangkah pemilu 2024.

“Kalau kita telisik lebih jauh, bukan hanya mereka para menteri. Memang partai-partai koalisi pemerintah sudah mulai bekerja sesuai arahan pimpinan partainya. Bukan lagi untuk pencapaian visi presiden, tapi bekerja untuk partai,” tandasnya.

Menegaskan hal itu, Kornas Liga Eksponen 98 itu mendesak presiden Jokowi untuk melakukan reshuffle kabinetnya.

“Tidak efektif lagi mereka yang punya pretensi maju Capres 2024 dan menteri yang bekerja untuk partai semata dipertahankan sebagai menteri. Itu akan merusak agenda presiden. Padahal di periode Keduanya ini harusnya lebih fokus pada pencapaian ideal presiden,” urai Ma’ruf.

“Presiden harus berani melakukan reshuffle Kabinet bagi menteri berlatar partai politik. Presiden bisa lebih cekatan memimpin pembangunan dan mengurusi pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan menunjuk kalangan profesional yang berintegritas untuk masuk dalam kabinet,” tutupnya.

Ket Foto: Koordinator Nasional Liga Eksponen 98, Ma’ruf Asli Bhakti. Foto Istimewa

Baca Juga

Back to top button