Heboh, Foto Tanpa Busana Permaisuri Raja Thailand Tersebar

Abadikini.com, BANGKOK – Sebanyak 1.443 foto Sineenat Wongvajirapakdi, permaisuri kedua Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, bocor ke kelompok antimonarki. Dalam beberapa foto, sang permaisuri berpose telanjang.

Sineenat adalah mayor jenderal berusia 35 tahun. Ia diangkat menjadi permaisuri kedua Juli 2019, untuk melayani Raja Thailand bersama istri resmi Suthida Tidjai.

Sebelum menikah dengan Suthida, Maha Vajiralongkorn telah menikah tiga kali. Penunjukan Sineenat sebagai permaisuri kedua adalah sesuatu yang belum pernah terjadi di Thailand salam seabad.

Tiga bulan setelah pengangkatan itu, Sineenat dilucuti gelar dan pangkatnya lalu dikirim ke penjara. Tuduhan atas dirinya adalah tidak sopan, berperilaku buruk terhadap Ratu Suthida, dan mencoba menjadi permaisuri pertama.

September 2020, entah bagaimana, Sineenat direhabilitasi dan kembali ke istana. Koi, julukan Sineenat, kembali menjadi permaisuri kedua dan seluruh catatan tentang dirinya dihapus.

Apakah perseteruan Sineenat dan Suthida selesai?

The Times melaporkan persaingan keduanya berlanjut. Persaingan itu semakin sengit, dan ada upaya mempermalukan Sineenat di dunia internasional dengan membocorkan gambar-gambar seksual sang permaisuri kedua.

Andrew MacGregor Marshall, jurnalis Inggris yang menulis sejumlah tulisan kritis tentang monarki Thailand, mengungkapkan sekitar 1.443 foro Koi mungkin diambil dari ponsel sebelumnya.

“Foto=foto itu dikirim ke saya Agustus lalu pada kartu SD yang terdapat dalam email,” kata Marshall.

Sebagian besar adalah foto diri Sineenat, dan lusinan di antaranya gambar bugil. Sepertinya, foto itu diambil Sineenat sendiri untuk dikirim ke Raja Vajiralongkorn.

“Saya menerima foto-foto itu sebelum Sineenat dibebaskan dari penjara dan kembali ke istana,” kata Marshall. “Saya memutuskan tidak akan mempublikasikannya.”

Ternyata, Marshall bukan satu-satunya penerima foto-foto itu. Beberapa foto Sineenat beredar luas secara online.

Marshall memperkirakan foto-foto itu sengaja dikirim kepadanya dengan harapkan diterbitkan. Pengirimnya adalah faksi istana yang mendukung Ratu Suthida dan Putri Bajrakitiyabha, sebagai upaya menyabotase kepulangannya dari penjara.

Yang tidak diketahui adalah siapa pengirim foto itu. Mungkin itu tidak penting. Yang pasti pengiriman foto itu menggambarkan perebutan kekuasaan yang buruk di istana Kerajaan Thailand akibat kehidupan seks Raja Vajiralongkorn yang rumit dan kronis.

Pavin Chachavalpongpun, akademisi Thailand di Jepang antimonarki, mengklaim salah satu yang mendapat kiriman foto-foto itu. Ia menerima gambar itu 25 Oktober lalu, dan membagikannya.

Tidak diketahui apakah yang dibagikan Pavin adalah foto-foto bugil sang permaisuri.

Back to top button