Terungkap, Menkes Terawan Tak Mau Banyak Bicara di Media karena Takut di Goreng

Abadikini.com, JAKARTA – dari 34 Menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf Amin publik ketahui bahwa ada salah satu pembantunya yakni Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memang jarang muncul dimuka publik sepanjang pandemi Covid-19.

Baca Juga

Saking jarangnya Menkes Terawan muncul di publik, sampai-sampai sempat heboh ‘wawancara’ kursi kosong Menkes Terawan oleh Najwa Shihab demi menarik sang menteri ke muka umum. Namun, tak ada yang berubah dari sang Menteri.

Dokter Tirta Mandira Hudhi mencoba mengulik alasan Menkes Terawan jarang muncul ke publik untuk menjawab keraguan-keraguan masyarakat soal pandemi Covid-19.

“Beliau itu tipikal wong jowo… Pak Terawan itu kan statusnya nek kita bilang tiyang wong jawi,” kata dr. Tirta dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club yang dikutip, Ahad (20/12/2020).

Menurut Dokter Tirta, Menteri Terawan adalah seorang sosok manusia yang Ngayem-ngayem.

Tiyang jawi tuh kayak, ‘Wes tho, ayem, positive thinking, ben mari’. Jadi, beliau itu tipe dokter yang ngayem-ngayem,” ujarnya.

Lebih lanjut dr Tirta menuturkan, tipikal dokter seperti Menkes Terawan sangat bagus ketika berhadapan langsung dengan pasien.

Ketika pasien khawatir dan bertanya ‘kapan saya sembuh’, dia akan menyuruh pasien ‘berpikir positif, makan enak, dan minum empon-empon‘.

Empon-empon alias ramuan rempah-rempah memang sempat viral pada masa awal pandemi Covid-19 karena direkomendasikan para pejabat.

Ucapan itu, lanjut Tirta, memang bisa menenangkan pasien dan masyarakat.

“Itu kan niatnya baik ya, menenangkan masyarakat (tapi) digoreng media!” kata dia menyinggung media massa yang sempat mengglorifikasi empon-empon.

“Yang disemprot siapa? Beliau,” ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) itu.

“Nah, mulai dari hal itulah, pak Terawan mulai membatasi bicara,” ucapnya menduga-duga.

“Karena menurut saya, (Menkes Terawan) takut digoreng media,” kata dia melanjutkan.

Kekhawatiran Menkes Terawan muncul karena media massa saat ini bisa mencatut pernyataan dari mana pun, termasuk media sosial.

“Pak Terawan mulai membatasi ngomong di publik karena takut salah. Karena itu omongan beliau ke pak Doni. ‘Enggak ah, nanti aku digoreng meneh (lagi)’,” ucap Tirta.

“Serba salah juga, karena soalnya dia pertama ngomong ngayem-ayem (membuat adem) empon-empon,” tutur dia.

Dokter Tirta mengatakan sebenarnya ucapan Menkes Terawan tidak salah meskipun banyak dicecar.

Pasalnya, kini banyak orang yang minum rempah-rempah juga untuk meningkatkan imunitas melawan pandemi Covid-19.

“Terus makan enak, beliau dulu ngomong itu, saya juga ngomong itu,” kata Tirta.

“Jadi, akhirnya mungkin kita sebagai netizen, stop untuk mengadili tapi mengkritisi. Jadi, orang-orang kayak Terawan enggak takut bicara lagi,” ucapnya. *

Baca Juga

Back to top button