Trending Topik

Sentil Rizieq Shihab, Pandam Jaya: Habib itu Ucapannya Baik, kalau Tidak Baik Bukan Habib

Abadikini.com, JAKARTA – Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyentil beberapa perilaku Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dikaitkan dengan status habib yang disandang.

Respons Pangdam Jaya tersebut menyusul perbagai pernyataan kontroversial yang dilontarkan Rizieq Shihab di hadapan pengikutnya beberapa waktu belakangan.

Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyarankan kepada Rizieq Shihab agar jangan asal bicara, jaga diri dari siksaan api neraka.

“Saya orang muslim, mengajarkan selalu islam itu rahmatan lil alamin, kasih sayang untuk alam semesta bukan untuk manusia saja, kemudian jangan asal bicara sembarangan. Jaga dari siksa api neraka,” kata Dudung kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).

Melalui beberapa rekaman video ceramah di kawasan Petamburan, Rizieq sempat menyinggung soal selebritas Nikita Mirzani yang rumahnya dijaga aparat. Penjagaan ini menyusul cek-cok antara Nikita dan pendukung Rizieq Shihab.

“Saya nggak marah, cuma ada umat yang marah. Ngancam mengepung … Eh polisi kalang kabut jagain …, … ngehina habib dijaga polisi,” kata Rizieq di sela peringatan Maulid Nabi Muhammad pada Sabtu (14/11).

Menurut Dudung, seseorang dengan gelar habib sudah sepatutnya menjaga sikap dan ucapan.

“Sebagai imam besar, kalau dibilang sebagai kyai atau sebagai habib, habib atau kyai itu hatinya baik, ucapan baik, kalau ucapan tidak baik bukan habib, bukan kyai,” tutur dia.

Dudung lantas mengutip Surat At-Tahrim ayat 6 yang berisi pesan peringatan bagi orang-orang beriman agar menjaga diri dan keluarga dengan senantiasa bersikap serta berbuat sesuai perintah agama.

“Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Ucapan dan tindakan harus baik. Saya sebagai orang Islam prihatin, prihatin kalau ada seorang habib di peringatan maulid nabi bahasa-bahasanya bicara kotor,” ucap Dudung.

Jumat (20/11) pagi, Pasukan Persiapan Pilkada dan Penanggulangan Banjir menggelar apel di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Pernyataan itu disampaikan Dudung usai menghadiri Apel.

Dalam kesempatan tersebut ia juga kembali mengingatkan pihak manapun untuk menjaga persatuan dan kesatuan di wilayah DKI Jakarta.

Dudung mengatakan, selama ini FPI terkesan paling benar. Dia mencontohkan soal pemasangan baliho.

“Pasang baliho ada aturannya, ada bayar pajaknya. Jangan seenaknya sendiri seakan-akan paling benar. Enggak ada itu, jangan coba coba. Mereka seperti yang ngatur, sukanya sendiri,” kata Dudung.

Baca Juga

Back to top button