Jepang Bersedia Beri Pinjaman Baru Rp 6,9 Triliun untuk Indonesia

Abadikini.com, JAKARTA- Perdana Menteri (PM) Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan ingin terus mengembangkan kerja sama dengan ASEAN, termasuk Vietnam dan Indonesia sebagai dua negara pertama dalam lawatan luar negerinya. Secara spesifik, Suga menyatakan komitmennya untuk memberikan pinjaman baru senilai 50 miliar yen (Rp 6,9 triliun) yang telah disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo.

“Indonesia masih mengalami pandemi dan tetap menghadapi risiko gempa bumi, tsunami, dan seterusnya. Supaya penanggulangan bencana dapat ditingkatkan untuk melindungi nyawa masyarakat di Indonesia, saya sudah menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa Jepang bersedia memberikan pinjaman baru senilai 50 miliar yen,” kata PM Suga dalam konferensi pers yang digelar dalam format tatap muka dan virtual di Jakarta, Rabu (21/10).

Suga menyampaikan apresiasi atas bantuan Indonesia untuk Jepang dalam penanganan pandemi Covid-19. Indonesia, ujarnya, telah menghentikan ekspor barang medis karena kebutuhan pandemi, namun bersedia membuka lagi ekspor baju pelindung untuk tenaga medis Jepang.

Menurut Suga, Vietnam juga memberi bantuan senada saat kondisi sulit pandemi di Jepang berupa pengiriman 1,2 juta masker medis.

“Kami, Jepang, menyediakan alat medis kepada ASEAN termasuk Vietnam dan Indonesia, serta membina sumber daya manusia sebagai operatornya melalui bantuan kepada pusat penanganan penyakit infeksi ASEAN,” kata PM Suga yang dilantik pada 16 September 2020 untuk menggantikan PM Shinzo Abe.

Suga mengatakan Jepang tidak akan pernah melupakan bantuan dari ASEAN, khususnya saat negaranya menghadapi kesulitan karena gempa bumi besar di Jepang timur pada 11 Maret 2011. Untuk itu, dia berjanji Jepang tetap mendukung untuk penguatan fondasi kesehatan dan medis di ASEAN.

“Kawan-kawan ASEAN mengulurkan tangan untuk membantu negara Jepang (dalam gempa bumi). Kami tidak pernah dan tidak akan melupakan hal itu,” ujarnya.

Suga menjelaskan pilihannya untuk mengunjungi Indonesia karena jumlah penduduk terbesar di ASEAN dengan pendapatan domestik bruto yang besar. Sedangkan, kunjungan ke Vietnam dilakukan sebagai ketua ASEAN.

“Jepang dan ASEAN berkembang bersama sebagai kawan lama dan mitra yang setara,” kata Suga.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button