Pemuda Persis DKI Gelar Madrasah Siyasah: Peran Politik Persatuan Islam di Indonesia Jelang Usia Satu Abad

PIMPINAN Wilayah Pemuda Persatuan  Islam atau PW Pemuda PERSIS Provinsi DKI Jakarta yang merupakan salah satu organisasi kepemudaan Islam di DKI jakarta kembali menunjukan eksistensinya dengan mengadakan kegiatan “MADRASAH SIYASAH” yang dikemas dalam bentuk WEBINAR pada hari Ahad, 27 September 2020.

Berupaya untuk memanfaatkan momentum Jelang satu Abad Organisasi Induknya yakni Persatuan Islam (PERSIS), PW. Pemuda PERSIS DKI Jakarta melaui kegiatan Madrasah Siyasah-nya ini mencoba mengingatkan umat akan peran serta PERSIS dalam dakwah di bidang Politik. Hal ini terlihat dari tema yang disajikan, yaitu : “Peran Politik Persatuan Islam (PERSIS) di Indonesia Jelang Usia Satu Abad” (Sejarah Politik PERSIS 1923-2020)”

Dalam Webinar Madrasah Siyasah ini dihadirkan Dua orang Narasumber Utama, yakni : Dr. Jeje Zaenudin (Wakil Ketua Umum PP. PERSIS) selaku Narasumber Internal PERSIS dan Dr. MS Kaban mantan Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu selaku Narasumber Eksternal PERSIS.

Dengan diadakannya acara webinar Madrasah Siyasah ini, PW. Pemuda PERSIS DKI Jakarta mencoba untuk mengingatkan bahwa ada bidang lain dari lahan dakwah yang tidak boleh dilupakan oleh Umat Islam yakni bidang politik. Hal ini senafas dengan apa yang pernah menjadi pandangan dari Bapak M. Natsir yang juga merupakan Tokoh Persatuan Islam (PERSIS), yakni : “Politikmu adalah Dakwahmu”. Pandangan Beliau ini seolah hendak mengingatkan kita bahwa Dakwah dan Politik bagaikan dua sisi mata uang yang saling memberikan nilai antara satu dengan yang lain.

Semoga, Kegiatan Madrasah Siyasah PW. Pemuda PERSIS DKI Jakarta ini menjadi “BABAK BARU” dari perjalanan Dakwah Jam’iyyah PERSIS di bidang Politik khususnya di DKI Jakarta, dimana fakta sejarah menunjukkan bahwa urusan berdakwah lewat politik bukan “barang baru” dalam perjalanan dakwah PERSIS. Hal ini dikarenakan perjuangan dakwah PERSIS lewat jalur politik telah dijalankan oleh beberapa tokoh PERSIS di masanya seperti KH. Isa Anshori dan Dr. M. Natsir dengan peran aktifnya di dalam partai MASYUMI, Partai yang ditakuti dan disegani oleh partai-partai politik berhaluan sekuler bahkan berfahamkan Komunis, seperti Partai Komunis Indonesia (PKI) dari dahulu hingga kini.

Oleh: A. Fadillah S.
Ketua Bid. Kaderisasi PW. Pemuda PERSIS DKI Jakarta

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button