Ikatan Pensiunan Universitas Negeri Surabaya Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Abadikini.com, SIDOARJO – Salah satu prorgram Pengurus Ikatan Pensiunan Unesa (Ipunesa) tahun 2018-2020 adalah memberikan kesejahteraan kepada para calon pensiunan Unesa agar dalam masa pensiunnya mempunyai aktvitas/kegiatan tambahan yang dikerjakan di rumah.

Baca Juga

Menurut Ketua Ipunesa, Alimufi Arief mengatakan, pemberian kesejahteraan ini dilakukan melalui Pelatihan Kewirausahaan berupa budidaya Bebek dan Enthog, budidaya Jamur, dan pembuatan Telur Asin Aneka Rasa.

“Dengan pelatihan ini diharapkan para pensiunan IP Unesa bisa memperoleh penghasilan tambahan selama masa pensiun,” ujar Eks Direktur Labschool Unesa ini lewat rilisnya yang diterima, Senin, (7/9/2020).

Dalam pelatihan ini, kata Ali, sapaan akrabnya, diberikan cara membudidayakan bebek dan enthog yang saat ini pasarnya menjanjikan, bagaimana cara membuat telur asin aneka rasa dengan teknologi baru, dan budidaya jamur.

“Dengan berbagai keterampilan ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan menjadi usaha produktif yang dapat memberikan sebagai salah alternatif usaha di rumah,” imbuh Ali.

Pelatihan ini dilaksanakan di Poernomo Fishing (kolam pancing Poernomo) di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.

“Hadir dalam pelatihan kewirausahaan ini 40 orang Bapak/Ibu Dosen dan karyawan pensiunan Unesa yang tergabung dalam Ikatan Pensunan Unesa (IP Unesa), mewakili dosen dan karyawan semua fakultas di Unesa (FIP, BS,FMIPA, FISH, FT, FIO, FE dan Pusat),” ungkapnya.

Dalam sambutan Ketua IP Unesa itu menyatakan bahwa, pelatihan ini semestinya sudah diprogram pada awal tahun 2020, namun karena pandemi Covid-19, jadi tertunda dan dalam pelaksanaannya memenuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Dengan diberikan tiga macam pelatihan ini harapannya dapat memberikan beberapa alternatif kegiatan bagi para pensiunan Unesa yang dapat meningkatkan sumber penghasilan tambahan,” imbuh dia.

Dalam pelatihan ini, lanjut Ali, materi yang diberikan adalah berbagai faktor yang mempengaruhi cara budi daya bebek dan enthog, pembuatan telur asin aneka rasa, dan budidaya jamur, kiat sukses budidayanya, memproduksi aneka jenis masakan olahan yang disukai masyarakat dan cara pemasarannya.

“Para peserta sangat antusias menerima pelatihan ini. Para peserta pelatihan, sangat senang dengan pelatihan ini dan mengharapkan agar pelatihan sejenis di masa depan lebih diarahkan ke kegiatan praktis di lokasi budidaya yang dikembangkan. Karena saat ini masih dalam pandemi Covid-19 pelaksanaan pelatihannya tidak dilakukan di tempat budidayanya,” tutup Alimufi Arief.

Baca Juga

Back to top button