Ini AMAN, Bukan BAGUS Atau SALAMAT..!!!

DIKOTOMI sebuah kewilayahan membuat masyarakat terjebak dalam politik Identitas, kaum-kaum intelektual mengatur segala jurus Dan taktik untuk membangun ego sektoral.

Wacana pesimis terus dibumikan. Issue-issue kegagalan terus dimainkan. Puncaknya para elite politik seperti kehilangan arah untuk berjuang, hanya karena kekuasaan semata.

Dalil-dalil kesejahteraan Dan kemajuan daerah dibungkus rapi untuk menghasut warga. Memuluskan syahwat politik semata.

BAGUS Dan SALAMAT, sama saja, orang yang pernah mengemban amanah Dan digaji oleh Negara, seharusnya mampu mendudukan konteks politik dengan mengedepankan Kinerja Dan Karya, malah hadir sebagai kelompok pembedah, BAGUS Dan SALAMAT gagal mengarahkan publik pada pertarungan gagasan, mereka gagal membangun itu semua. Sehingga publik dibuat gaduh dengan politik saling sindir dan saling fitnah.

Kini, BAGUS Dan SALAMAT akan menaruh harapan besar terhadap AMAN sebagai pasangan Petahana. Sebab mereka tak punya gagasan untuk TIDORE yang lebih baik.

Menyikapi langkah BAGUS Dan SALAMAT Yang terkesan memainkan irama “Politik Sakit Hati Dan Kebencian” membuat AMAN kemudian mengurungkan niat untuk melepaskan hasrat membangun Politik Gagasan yang sudah dicanangkan.

Hal itu tentu karena AMAN tak ingin Rakyatnya tersesat dalam wacana liar yang dimainkan oleh kelompok elite, maka AMAN memilih Posisi bertahan untuk membendung segala serangan baik sindiran dan juga Fitnah.

AMAN hadir sebagai penyangga untuk mempersatukan ummat tanpa harus mengedepankan politik sektoral, mendudukan konteks berpemerintahan dalam negara demokrasi, Dan memberikan semangat untuk terus menjaga persaudaraan Dan persatuan, serta saling menghargai setiap perbedaan tanpa memandang Suku, Agama, Ras Dan Antargolongan (SARA)

AMAN adalah Pemimpim Semua Golongan, merangkul setiap yang berbeda, memaafkan setiap yang bersalah Dan mengakui kekurangan sebagai wujud dari sosok manusia.

Setelah Rakyat tercerdaskam, AMAN akan berbicara tentang masa depan seluruh anak bangsa yang bernaung di bawah pangkuan Tidore. AMAN Jilid II akan hadir sebagai Pemimpin pertama yang mampu meletakkan pembangunan Tidore berdasarkan karakteristik masyarakatnya.

Penasaran dengan gagasan AMAN JILID II, kita nantikan setelah proses pendaftaran yang akan dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tidore Kepulauan pada tanggal 4-6 September 2020. Kenapa harus demikian, karena disitulah waktu yang tepat untuk pasangan AMAN mencerdaskan Rakyat dengan menguji Visi Misi mereka 5 Tahun kedepan.

Sebab waktu untuk menjelaskan tentang Kinerja AMAN Periode sebelumnya telah berakhir Dan telah dirasakan oleh masyarakat di setiap kelurahan Dan desa. Bahkan hampir di semua tempat, sosok AMAN selalu dipuja atas kepemimpinanya yang selalu mendekatkan diri kepada Rakyat.

AMAN telah sukses menjawab keresahan publik akan konteks kepemimpinan tanpa harus menunggu moment Politik datang menyambut.

ini AMAN Bukan BAGUS, atau SALAMAT. Sehingga setiap gerak gerik langkah selalu diperhitungkan. Sebab AMAN telah siap menyambut kemenangan bersama Rakyat dengan semangat PERSATUAN.

Amanah, Merakyat, Aspiratif Dan Nyata (AMAN)

TUNTASKAN 2 PERIODE..!!!

Oleh: Abu Khairun
Tim Inspirasi Aman Jilid II

Baca Juga

Back to top button