Kementan RI Bantu 37 Alat Mesin Pertanian untuk Petani Perbatasan NTT

Abadikini.com, KUPANG – Kementerian Pertanian RI melalui perjuangan anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP Yohanis Fransiskus Lema memberikan bantuan 37 alat mesin pertanian (alsintan) untuk tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang berada di wilayah perbatasan Republik Indonesia.

“Tiga kabupaten di wilayah perbatasan yang mendapatkan alsintan itu adalah Kabupaten Belu, Malaka, dan Rote Ndao,” kata Yohanis Fransiskus Lema kepada ANTARA saat dihubungi dari Kupang, Rabu, (26/8/2020).

Ia merincikan sejumlah alsintan itu antara lain Kabupaten Belu mendapat bantuan traktor roda empat 3 unit dan traktor tangan 13 unit, Kabupaten Rote Ndao traktor tangan 12 unit dan 5 mesin perontok jagung (corn sheller mobile), sementara Kabupaten Malaka mendapat alokasi empat unit traktor tangan.

Pria yang biasa disapa dengan  Ansy itu mengatakan bahwa puluhan alsintan itu sudah tiba di tiga kabupaten itu, dan segera disalurkan kepada kelompok tani penerima yang membutuhkan.

Ansy mengisahkan, sejak awal dilantik sebagai DPR RI, dirinya sudah memberikan perhatian besar kepada daerah perbatasan, seperti Kabupaten Belu, Malaka, TTU, dan Rote Ndao yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia yang adalah titik terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karena merupakan teras depan Indonesia,  empat kabupaten tersebut mesti diberikan perhatian optimal dalam pembangunan nasional, termasuk dalam bidang pertanian.

“Namanya teras terdepan, tidak boleh kumuh, tidak boleh tertinggal, harus dibangun-ditata secara baik karena merupakan wajah negeri. Negara harus kerja serius untuk kesejahteraan masyarakat perbatasan. Itulah mengapa sejak awal dilantik saya selalu menyuarakan kepada mitra kerja Komisi IV agar para petani di perbatasan diberi perhatian dan diberdayakan agar sejahtera,” ujar Ansy.

Sebagai kader PDI Perjuangan, Ansy menjalankan instruksi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada seluruh kader untuk membangun dari pinggiran.

Demikian pun visi besar Presiden Joko Widodo memberikan perhatian besar kepada wilayah kategori 3T: Tertinggal, Terdepan dan Terluar. Selama ini, Presiden telah mempercepat pembangunan infratruktur seperti Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Mota Ain, Motamasin, Wini, Jalan Sabuk Merah, dan pembangun Bendungan.

“Namun, perhatian besar Presiden perlu diikuti dengan pengembangan sektor pertanian. Karena mayoritas penduduk miskin di NTT, termasuk di wilayah perbatasan bekerja sebagai petani. Kemiskinan NTT adalah kemiskinan petani. Mereka harus diberikan bantuan konkrit agar bisa bangkit dan sejahtera. Negara harus hadir, punya kebijakan nyata memajukan petani di perbatasan,” tegas Ansy.

Apalagi saat reses atau serap aspirasi, Ansy mengaku banyak mendapat permintaan dari masyarakat perbatasan agar segera memberikan bantuan alsintan. Maka Ansy bekerja sama dengan Kementan mengadakan puluhan bantuan alsintan bagi petani di wilayah perbatasan.

Mantan Dosen itu yakin penggunaan alsintan, transformasi teknologi pertanian yang modern, efektif dan ramah lingkungan akan berdampak positif bagi pengembangan pertanian di perbatasan.

Penerapan alsintan diharapkan dapat memecahkan masalah kekurangan tenaga kerja baik saat on-farm, panen (harvesting) maupun pascapanen (off-farm), menekan ongkos produksi, menekan kehilangan hasil menuju efisiensi pertanian sehingga meningkatkan pendapatan petani.

“Hadirnya alsintan sangat membantu-mempercepat petani untuk pembukaan-pengolahan lahan, panen, dan pasca panen. Semoga bantuan ini meringankan beban para petani di perbatasan, sekaligus memacu semangat mereka untuk tetap produktif selama pandemi Covid-19,” kata Ansy.

Aktivis 98 itu menekankan agar kelompok tani penerima bantuan harus merawat alsintan yang sudah dimiliki. Mesin yang tidak dirawat akan cepat rusak. Jika alsintan sudah memperlihatkan rusak ringan, tapi tidak dilakukan perbaikan, maka rusak ringan ini akan menjadi rusak berat.

Selain alsintan, kerja sama Ansy dengan Kementan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menghasilkan bantuan kepada masyakat perbatasan berupa bantuan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO), Kebun Bibit Rakyat (KBR), Pekarangan Pangan Lestrai (P2L), Bang Pesona dan lain-lain.

Sumber Berita
Antara

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button