Hijrah Menuju Sumenep Baru

DALAM memperingati HUT RI ke 75 ini, Sumenep menghadapi berbagai persoalan yang menjadi pekerjaan rumah besar untuk mengangkat Sumenep menjadi sebuah kabupaten yang layak diperhitungkan keberadaannya di Indonesia.

Momen Pilkada 2020 merupakan momen masyarakat Sumenep untuk menentukan siapa yang layak menjadi nahkoda menuju Sumenep yang 3M (Makmur, Maju, dan Mandiri)

Potensi yang sudah dimiliki oleh Kabupaten Sumenep terutama di potensi SDM usia produktif yang melimpah sekitar 75%, dan juga potensi SDA nya terutama di sektor agribisnis yang berkontribusi terhadap PDRB di atas 50% ; pertanian, peternakan, perikanan, dan juga sumber daya mineral merupakan modal dasar untuk menuju Sumenep yang mandiri dan maju jika dikelola dengan baik.

Kuncinya fokus saja untuk membenahi sektor unggulan pertanian dan kemaritiman utamanya di Sumenep. Terbukti di kuarter II, pertanian adalah sektor yang masih tetap tumbuh di atas 5 persen (di saat sektor lainnya minus).

Berarti sektor inilah yang memang bisa diandalkan. Dengan cara biasa-biasa saja masih bisa tumbuh di atas 5 persen, apalagi dengan cara-cara “tidak biasa” plus dengan sentuhan teknologi, yang memang sudah menjadi DNA kami.

Pandemi Covid-19 merupakan saat untuk berbenah menata potensi yang dimiliki Kabupaten Sumenep. Dibutuhkan terobosan solusi agar wabah pandemi Covid-19 bukan merupakan hambatan bagi kemajuan Kabupaten Sumenep melainkan menjadi tantangan untuk menemukan pola kenormalan baru (new normal) agar potensi yang sudah dimiliki dapat membawa kemajuan bagi Kabupaten Sumenep.

Oleh karena itu Sumenep membutuhkan sosok figur yang bisa menghadapi tantangan kenormalan baru tersebut, tidak bisa lagi mengandalkan sosok figur yang normal-normal saja, haruslah sosok yang membawa pembaharuan (new normal) juga dengan cara-cara mengelola daerah yang tidak biasa, karena situasi yang sedang dihadap saat ini adalah memang bukan situasi normal di Sumenep, bahkan di seluruh dunia sedang menghadapi situasi yang sama.

Zaman sudah berubah, cara-cara lama sudah usang. Tan tretan sadejeh, kini saatnya Sumenep bersama yang muda, bersih, dan jujur, membangun Sumenep Baru. Insyallah akan lebih makmur, lebih maju, lebih mandiri, dan barokah dalam arti sebenarnya.

Sumenep haruslah dipimpin seorang pemimpin muda dan visioner yang berwawasan global dan berpengalaman profesional sebab Kabupaten Sumenep saat ini memiliki bonus demografi usia produktif mencapai mencapai 75% dari total populasi penduduk Kabupaten Sumenep.

Tentu saja kondisi ini membutuhkan pemimpin yang mempunyai wawasan dan pengalaman baik di lokal, nasional bahkan juga internasional, yang bisa membawa bonus demografi tersebut menjadi produktif.

Inyaallah, Sumenep akan dikelola dengan cara memadukan nilai-nilai kearifan lokal dengan kemajuan teknologi, agar Sumenep bisa cepat maju dan berkembang, tetapi tetap tidak kehilangan jati diri ke-Maduraannya.

SDM muda usia produktif yang mencapai 75% tersebut agar bisa tampil dan bersaing, karena mereka nantinya akan dibina oleh diaspora Madura yang kaya pengalaman didalam maupun luar Indonesia, supaya generasi baru Sumenep bisa cepat memberikan kontribusi secara maksimal, untuk percepatan menuju Sumenep Baru, yaitu Sumenep 3M (Makmur, Maju dan Mandiri).

Generasi tua Sumenep dan generasi milenial Sumenep saling mendukung dan bekerjasama. Generasi tua memberikan dukungan secara moril dan kearifan lokalnya, sehingga terbentuk Generasi Baru Sumenep, yaitu generasi yang memiliki Otak Milenia, dan Hati Mekah.

Semoga momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75 yang bertepatan dengan momen pilkada nasional ini merupakan momen yang tepat untuk bertafakkur dan bermuhasabah untuk menentukan langkah hijrahnya Sumenep ke depan menuju Sumenep Baru yang insyallah Makmur, Maju, dan Mandiri. Bismillah!

Oleh : Donny M. Siradj
Penulis adalah Tokoh Milenial Sumenep.

Back to top button