Pemerintah Harus Perhatikan Pelaku Usaha UMKM, Begini Kata Anggota DPRD PBB Kuningan

Abadikini.com, KUNINGAN – Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) sekaligus anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Zulkarnaen mengatakan disaat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terdampak Covid-19 Pemerintah harus memberikan suport dan langkah konkret, agar pelaku UMKM dapat kembali bangkit.

Menurutnya, hampir setiap warga yang ditemui mengeluhkan sarana dan prasarana, seperti jalan rusak, penerangan jalan umum hingga soal keluh kesah para pelaku UMKM. Pihaknya melaksanakan reses di tiga titik. Yakni, Kelurahan Purwawinangun, kelurahan Winduhaji, dan Desa Rambatan Wilayah Dapil 1.

“Saya ini di Komisi II DPRD Kuningan, memang bersentuhan langsung dengan soal-soal perekonomian. Khususnya tentang ekonomi di level UMKM,” kata Zulkarnaen, seperti dikutip Rabu (8/7/2020).

Dia menyebut, kondisi saat ini pelaku UMKM cukup terpukul oleh situasi pandemi Covid-19. Walaupun dulu saat krisis ekonomi tahun 1998 terjadi, justru yang terkena langsung adalah para pemilik modal besar.

“Kondisinya mengkhawatirkan akibat Covid-19, tidak ada yang tidak terkena dampak. Hari ini berbeda dengan peristiwa tahun 1998, sebab krisis saat itu yang dihabisi konglomerasi atau konglomerat,” kata Jul, sapaan akrabnya.

Namun jika Covid-19 mengakibatkan krisis ekonomi. Pihaknya, melihat yang terkena dampak langsung adalah pelaku usaha kelas kecil dan menengah.

“Nah sekarang muncul pertanyaan, bagaimana kemudian menstimulan para pelaku usaha agar persoalan tidak berkepanjangan. Artinya, apa sih yang bisa dilakukan pemerintah pusat ataupun daerah untuk membangkitkan kembali ekonomi yang terpuruk akibat Covid-19,” ucapnya.

Jul yang menjabat Ketua Komisi II DPRD Kuningan menyarankan, agar lebih dulu melakukan penanganan Covid-19 secara tepat dan komprehensif di semua lini.

“Namun bagaimana cara penanganan, efektivitas penanganan harus diselesaikan terlebih dahulu dengan baik dan benar. Kalau Covid-19 bisa dan berhasil diatasi oleh penanganan yang tepat, efektif serta komprehensif antar semua lini terkait, maka ekonomi ini akan merespons dengan sendirinya secara positif,” ujarnya.

Dia mengakui, jika pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk mendorong dan membangkitkan kembali ekonomi pelaku UMKM.

“Banyak sih sebetulnya, cuma efektivitasnya seperti apa, kita belum tahu. Ya memang sudah ada, pemerintah sudah menganggarkan untuk menstimulan perekonomian, langkah awal seperti relaksasi terhadap kewajiban pembayaran kredit, itu kan langkah,” ujarnya.

Namun sejauh mana efektivitas dan bertahan berapa lama. Dirinya, lagi-lagi belum yakin itu menjadi solusi tepat.

“Selain itu, tentu ada hal lain. Apakah ada bantuan permodalan, apakah ada edukasi tambahan dalam suasana New Normal dalam kebiasaan baru bertransaksi misalnya, kalau dulu ada yang beli cilok pakai uang tunai langsung, sekarang mungkin bisa dengan cara barcode saja, itu juga menjadi kebiasaan-kebiasaan baru menurut saya,” terangnya.

Sekalipun ada bantuan stimulan modal secara langsung, Dia beranggapan, itu bisa membantu paling tidak mengurangi beban dari dampak yang terjadi.

“UMKM ini kan orang jual makanan, mereka pusing, mau jual dimana menjualnya, memaksa berdagang lalu siapa yang mau membeli. Akhirnya tanpa disuruh dirumah pun, mungkin mereka akan diam dirumah karena usahanya terdampak. Sementara biaya untuk hidup akan didapat darimana, ini yang harus bersama-sama dipikirkan, apakah dalam bentuk luncuran programnya atau seperti apa,” ujarnya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close