Unesa Gandeng UMKM Hijab Gresik Donasikan Masker Hijab ke Warga Terdampak Covid-19

Abadikini.com, SURABAYA – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Surabaya (PKM UNESA) melakukan pengabdiannya untuk menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal itu dilakukan bersama dengan beberapa UMKM di kabupaten Gresik.

Karena di masa pandemi Covid-19, menyebabkan perekonomian dan kesejahteraan menurun. Hal ini membuat salah satu tim PKM di Unesa terjun ke lapangan bahu-membahu membantu mengurangi dampak virus corona.

Tim PKM Unesa ini terdiri dari Jun Surjanti sebagai ketua, anggotanya Tony Seno Aji, Norida Canda Sakti, Achmad Kautsar, Albrian Fiky Prakoso dari Fakultas Ekonomi (FE), dan Setya Chendra Wibawa dari Fakultas Teknik (FT).

Menurut Ketua Tim, Jun Surjanti mengatakan kegiatan PKM ini diadakan sejak tanggal (17/4/2020) lalu yang dilaksanakan sampai 8 bulan ke depannya. Tema PKM yang diangkat yakni, “Penanggulangan dan Antisipasi Penyebaran Covid-19”. UMKM dibina melalui webinar, dan pendampingan produksi online memanfaatkan WhatsApp Group (WAG).

“Lokasi 2 UMKM ini di desa Banyuwangi Kecamatan Manyar dan Desa Lebaksari, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Dengan melibatkan 41 pengrajin dari 2 UMKM Hijab yaitu, Izza Collection dengan pemilik Izza dan Fahmi Collection, pemiliknya Sri Restuni,” ujar Surjanti dalam pesan tertulis, Senin (6/7/2020).

Tim pelaksana memastikan standar utama hijab masker, yaitu: menggunakan kain yang mudah untuk bernafas penggunannya. Masker hijab terbuat dari 2 lapis kain Jersey atau pun stella yang didesain berlubang untuk tempat tisu.

“Dengan kegiatan PKM ini, akan terciptanya peningkatan kualitas dan produksi hijab masker yang memenuhi standar keamanan Covid-19 dan diterima di pasaran sebagai pengembangan dari pembinaan yang sebelumnya dilakukan Unesa,” ungkapnya.

Tim pelaksana memastikan standar utama hijab masker, yaitu: menggunakan kain yang mudah untuk bernafas penggunannya. Masker hijab terbuat dari 2 lapis kain jersey atau pun stella yang didesain berlubang untuk tempat tisu. Jumlah lapisan ini telah didasarkan pada beberapa panduan masker kain di beberapa negara lain seperti India dan Amerika Serikat.

“Maka dari itu, hasil dari praktik UMKM ini, berupa produk hijab masker yang akan dibagikan kepada masyarakat terdampak, seperti pedagang, tenaga kesehatan farmasi, driver ojek online (Ojol) perempuan, dkk. Hijab masker ini dinamakan ‘Hijab Antisipasi Covid-19,” bebernya.

Perlu diketahui, Izza Collection dan Fahmi Collection dipilih karena awalnya memang sejak 2018 telah menjadi binaan Unesa melalui program Direktorat Research dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Ristek Dikti. Dalam kegiatan tersebut, telah dikembangkan hijab instan (bergo) dengan pola dan ukuran yang nyaman.

Surjanti menambahkan bahwa, pada saat pandemi Covid-19, mereka mengalami kemerosotan omset dan tidak mampu lagi berproduksi, produknya tidak terserap pasar UMKM dan mengalami kerugian.

“Sehingga tidak mampu menciptakan lapangan kerja bagi pengrajinnya. UMKM itu sebenarnya telah melakukan inovasi hijab masker, namun belum memenuhi standar aman Covid-19,” ungkapnya.

Hal ini membuat Tim PKM Unesa berniat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada UMKM dan pengrajinnya untuk mengembangkan hijab masker yang dibutuhkan pasar khususnya masyarakat terdampak Covid-19.

Pemilik Izza Collection dan Fahmi Collection, Izza dan Sri Restuni menyatakan, senang dan masih berharap terus ada kegiatan peningkatan keterampilan seperti ini.

Sementara itu, salah satu pengrajin UMKM ini menambahkan, “Sangat senang dan bersyukur sekali, kami bisa tetap bekerja karena bisa membuat hijab masker yang aman,” tambahnya.

Terakhir, salah satu driver ojol online perempuan mengatakan, “Alhamdulillah sangat bermanfaat dengan bantuan masker hijab ini. Kami sangat berterima kasih pada pihak pengabdian UNESA, dan Izza Collection & Fahmi Collection,” ucapnya.

Sebagai informasi, kata Surjanti, di akhir pendampingan, kedua UMKM itu berhasil membuat 600 pcs hijab masker yang kemudian oleh tim pelaksana PKM, diserahkan kepada LPPM.

LPPM pun menyerahkan kepada UCC (Unesa Crisis Center) untuk dibagikan gratis kepada masyarakat seperti pedagang kecil atau kelompok masyarakat terdampak Covid-19 lainnya.

“Setelah kegiatan PKM ini hampir selesai dan memasuki tahap pelaporan, Kementerian Kesehatan RI merilis standar masker kain, yaitu 3 lapisan kain pada tanggal (09/6/2020). Itu artinya, Unesa telah membantu transfer pengetahuan kepada UMKM lebih awal dari publikasi Kemenkes RI,” tutup Surjanti. (ari)

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close