The Untold Stories dari Warren Buffett: Selamatkan Harley-Davidson dari Kebangkrutan

Abadikini.com – Investor kawakan yang kini menjadi miliarder dunia Warren Buffett berhasil menyelamatkan Harley-Davidson dari krisis keuangan yang melanda produsen motor gede (moge) pada satu dekade lalu.

Pada Februari 2009, Warren Buffett meminjamkan sekira USD300 juta atau setara Rp3,6 triliun (asumsi kurs 2009 sebesar Rp12.000 per USD) kepada Harley-Davidson.

Pinjaman ini untuk menyelamatkan Harley-Davidson dari krisis keuangan yang menjerat kala itu pada periode 2008-2009. Sebab perusahaan goyah karena permintaan yang lebih.

Melansir Business Insider, Jakarta, Selasa (16//6/2020), padahal beberapa pekan sebelumnya, Harley-Davidson mengumumkan rencana untuk mengatasi penurunan permintaan akibat krisis keuangan.

Rencana itu terdiri dari tiga bagian. Pertama, berinvestasilah pada mereknya, memotong biaya dan mencari uang untuk menutupi biaya tahunan divisi keuangannya senilai USD1 miliar.

Dua elemen pertama diterjemahkan menjadi penargetan seperti pengendara yang lebih muda dan lebih beragam, kemudian menutup pabrik, menggabungkan operasi hingga memberhentikan sekitar 1.100 karyawan atau sekitar 12% dari total tenaga kerjanya.

Namun, pasar kredit yang lumpuh membuatnya sulit untuk memenuhi bagian ketiga dari rencana tersebut. Perusahaan akhirnya memutuskan untuk meminjam dana dari pemegang saham terbesarnya, Davis Selected Advisers, serta Berkshire Hathaway miik Buffett.

Kedua perusahaan ini secara efektif meminjamkan total USD600 juta selama lima tahun dengan tingkat bunga tahunan 15%.

“Itu jalan yang kami butuhkan untuk melewati masa sulit,” kata kepala keuangan Harley-Davidson John Olin kepada majalah Fortune pada 2014.

Grup perusahaan membutuhkan uang tunai untuk terus menawarkan pembiayaan kepada dealer sepeda motor dan pelanggan ritel dan untuk menjaga jalur produksi tetap terjaga.

“Pinjaman berbunga tinggi adalah satu-satunya pilihan untuk meminjam uang tanpa melepaskan saham di perusahaan,” kata Olin.

Buffett mencapai banyak kesepakatan serupa selama krisis. Sebagai contoh, ia menginvestasikan USD5 miliar di Goldman Sachs dan USD3 miliar di General Electric pada musim gugur 2008.

“Kredit tetap tidak ada,” kata Alice Schroeder tentang periode itu dalam buku berjudul di The Snowball: Warren Buffett and the Business of Life

Schroeder menambahkan: “Buffett meminjamkan dengan suku bunga yang dalam beberapa kasus beda tipis dengan riba.”

Seorang pemegang saham bertanya kepada Buffett mengapa ia memilih memberi pinjaman daripada berinvestasi di saham

“Saya cukup tahu untuk meminjamkan uang kepada mereka; saya tidak cukup tahu untuk membeli ekuitas,” jawab Buffett.

Buffett memberikan pinjaman karena keyakinan pada saat itu bahwa “Harley-Davidson tidak akan gulung tikar, dan bahwa bunga 15% akan terlihat sangat menarik.

Berkshire menghasilkan uang yang sangat lumayan dengan membuat penilaian sederhana bahwa perusahaan tidak akan bangkrut dan meminjamkan uang, kata Buffett pada pertemuan tersebut.

“Membeli sahamnya akan menimbulkan pertanyaan yang lebih sulit seperti apakah pasar sepeda motor akan menyusut atau margin Harley-Davidson akan menderita dari penurunan,” tambahnya.

Kesepakatan yang terjadi di krisis keuangan dengan memberi pinjaman kepada Harley-Davidson juga menunjukkan bagaimana kebijakan Berkshire menyimpan sejumlah uang tunai di bank dan tidak pernah melakukan semua yang ada pada saham dapat membayar mahal, kata Buffett.

“Kami merasa sangat senang tentang di mana filosofi itu ada di kami,” katanya.

Sumber Berita
Okezone
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close