Balas Nyiyiran Netizen karena Anaknya Merokok, Umi Pipik: Jangan Nilai Orang dari Luarnya Saja!

Abadikini.com, JAKARTA – Istri mendiang Ustadz Jefry Al Buchory, Umi Pipik membalas nyiyiran seorang netizen dengan nama akun @rinikomalasari37 yang menyebutkan putranya Abdizarn Al Ghifari telah mencoreng nama baik ayahnya almarhum Jefry Al Buchori karena suka merokok.

Putra mendiang Ustaz Jefry Al Buchory dan Umi Pipik, Abdizar Al Ghifari menuai komentar nyinyir dari warganet usai mengunggah video yang memperlihatkan dirinya mengisap rokok..

“Kasihan ayahnya … Harusnya ada penerusnya,” tulis akun @rinikomalasari37 di kolom komentar.

Komentar itu pun langsung dibalas oleh Umi Pipik. Dalam tulisannya, Umi Pipik tak menerima bahwa putranya dianggap buruk dan berbeda dari mendiang ayahnya.

Menurut Upi Pipik, semua orang termasuk juga putranya itu butuh proses menuju kearah kehidupan yang lebih baik, tidak langsung seketika jadi orang baik tapi harus melalui proses dalam menemukan jati diri.

“Ibu yang terhormat.. jangan gampang men-judge dan menilai orang dari luarnya saja! semua butuh proses bukan langsung jadi instan. Apa yang kasihan sama ayahnya? Semua tidak ada yang tahu siapa di antara manusia yang mulia dalam pandangan Allah,” tulis Umi Pipik.

Umi Pipik bahkan sampai mengungkit kembali masa lalu mendiang suaminya yang pernah terjerumus dalam dunia narkoba dan juga seorang perokok berat. tapi mendapatkan hidayah dan akhirnya menjadi orang baik dan bahkan mendapatkan pridikat gelar ustadz dari masyarakat.

“Alm ayahnya dulu pecandu narkoba, perokok berat, pemain sinetron, pemain film, hidayah yang membawa dia kata orang-orang jadi ustadz. Ustadz juga manusia bukan malaikat, bukan manusia yang bisa memberikan hidayah tetapi Allah! semua butuh proses!,” lanjutnya.

Tak lupa, Umi Pipik juga mengingatkan warganet tersebut untuk tidak merasa lebih baik dari manusia lain. Sebab, dia menilai tak selamanya orang yang dianggap buruk selamanya buruk. Tapi ketika Tuhan Yang Maha Esa memberikan hidayah kepada orang itu, maka bisa jadi orang itu akan lebih baik dari pada kita yang menilainya.

“Bisa jadi orang yang kita anggap hina buruk dalam pandangan kita tetapi saat Allah beri hidayah dia lebih mulia dari kita yang gampang meniai buruk orang lain,” pungkas Umi Pipik.

Topik Berita
Back to top button
Close