Kartu Prakerja Dulu Dicaci Kini Diminati, Golkar: Pendaftar Capai 2,5 Juta Orang, Kuota Hanya 200 Ribu

Abadikini.com, JAKARTA – Pihak-pihak yang dari awal mencibir dan mencaci Program Kartu Prakerja sejak pertama kali diperkenalkan pada kampanye Pilpres 2019 yang lalu saat ini boleh menelan ludah. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Agung Widyantoro menilai realisasi program Kartu Prakerja mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

“Kita sepakat tidak ada larangan untuk mengkritik, tapi perlu dilihat juga fakta yang ada di lapangan. Realitasnya, masyarakat sangat antusias untuk mengikuti program Kartu Prakerja ini. Pendaftar yang sudah terverifikasi mencapai 2,5 juta orang, padahal tiap gelombang kuotanya disiapkan 200.000 orang,” kata Agung Widyantoro, Senin (18/5/2020).

Dalam fungsi pengawasan dewan, Agung tidak melihat cost dalam program ini berada di tangan pemerintah. Semua biaya langsung diberikan kepada para penerima program Kartu Prakerja dan mereka bebas membelanjakannya ke mitra penyelenggara pelatihan, bukan ke platform digital yang menjadi penghubungnya.

“Tidak ada yang dipaksakan atau mengarahkan keuntungan ke pihak-pihak tertentu,” kata Anggota Badan Anggaran DPR RI ini.

Lanjut Agung, pemerintah sangat menyadari adanya pandemi Covid-19 berdampak pada masyarakat. Di lain pihak banyak masyarakat mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau dirumahkan sehingga Kartu Prakerja sangat dibutuhkan dan tentu perlu sedikit penyesuaian dengan kondisi pandemi.

“Kartu Prakerja ini kan sudah dimodifikasi, awalnya diprioritaskan untuk angkatan kerja muda. Tapi karena pandemi Covid, prioritasnya menjadi pekerja maupun pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak. Skema pelatihannya harus tetap ada, karena ini bekal untuk mereka setelah pandemi,” kata legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX itu.

Adanya Kritik terkait skema pelatihan online yang dinilai kurang efektif, Agung menjelaskan, ini merupakan modifikasi dari konsep awal supaya tidak menghilangkan esensi pembekalan skill kepada penerima Kartu Prakerja.

“Pelaksanaan pelatihan secara online ini kan sementara saja karena memang keadaan darurat Covid-19,” kata Agung.

Baca Juga

Back to top button