Seorang Pasien PDP Corona Asal Jakarta Dijemput Istri yang Bikin Geger Warga Blora

Abadikini.com, BLORA – Seorang pria (40) berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona atau COVID-19 dijemput sang istri kembali ke Blora. Setiba di rumah, warga Kecamatan Cepu itu mengeluhkan gejala COVID-19 dan dinyatakan positif Corona dari hasil rapid test.

“Betul, saat ini sudah dijemput tim medis untuk di bawa ke RSUD dr Soeprapto Cepu guna melakukan isolasi dan perawatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lilik Hernanto, Sabtu (18/04).

Dikutip dari detikcom, Lilik mengatakan, pria tersebut pulang dari Jakarta ke Blora pada Kamis (16/04) lalu dengan dijemput keluarganya. Padahal di Jakarta, pria yang bekerja sebagai pekerja proyek itu tengah dirawat di rumah sakit.

“Informasi yang kami dapat dia di Jakarta statusnya PDP yang dirawat di Rumah Sakit, namun pulang paksa dijemput keluarganya,” katanya.

Rencananya pasien ini bakal dilakukan uji swab pada Senin (20/4) lusa. “Besok Senin baru kita tes swab, hasilnya baru keluar sekitar 7-10 hari kedepan setelah sampel dikirim,” terangnya.

Pihak Dinas Kesehatan Blora pun mengimbau warga yang sempat melakukan kontak dengan pasien tersebut agar melakukan isolasi mandiri. Pihaknya juga sudah meminta agar istri pasien tersebut juga melakukan isolasi mandiri.

“Bagi yang merasa pernah berinteraksi kami minta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan, sedangkan untuk istri sudah kita minta isolasi mandiri,” kata Lilik yang juga jubir gugus tugas penanganan dan pencegahan virus Corona Kabupaten Blora.

Terpisah, Kepala Desa Kentong Muntahar mengatakan pria itu dari Jakarta dijemput oleh istrinya dan seorang sopir. Namun setelah berada di rumah, pria itu masih mengalami demam tinggi, batuk dan sesak napas.

“Kami laporkan ke Puskesmas dan dijemput untuk dilakukan rapid test,” terangnya.

Muntahar menyebut saat ini pihaknya juga tengah melakukan tracing siapa saja warganya yang pernah melakukan kontak. Ada kemungkinan warga di RT 05 RW 02 tempat pria itu tinggal akan dilakukan isolasi mandiri. Sebab, saat ini sejumlah warga desa juga sudah takut keluar rumah.

“Ada kemungkinan melangkah ke sana (karantina mandiri), saat ini kita lakukan pendataan terlebih dahulu,” jelasnya.

Baca Juga

Back to top button