Viral Makam Pasien Corona yang Ditolak Warga, Akhirnya Dipindahkan

Abadikini.com, BANYUMAS – Makam jenazah pasien virus Corona di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang viral ditolak warga akhirnya dibongkar. Makam dipindah ke tempat pemakaman lain.

“Tadi dilaksanakan pembongkaran sekitar pukul 08.00 WIB. Tadi siang (jenazah) sudah dibawa,” kata Kepala Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Karyoto kepada detikcom saat ditemui di kantornya, Rabu (1/4/2020) yang dilansir Abadikini.

Bupati Banyumas disebutnya turun ke lokasi tadi malam dan melakukan negosiasi. Hingga akhirnya dilakukan pembongkaran makam pagi tadi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi lokasi pemakaman itu dipindah ke mana. Termasuk berapa jumlah jenazah dan warga mana.

Namun, dalam video yang viral di media sosial, tampak ambulans pelat merah bernopol H-9507-TG. Ambulans warna putih itu bertulisan ‘Pemerintah Provinsi Jawa Tengah RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto’.

Diberitakan sebelumnya, video warga mengerumuni sebuah ambulans viral di media sosial. Video yang salah satunya diunggah akun Instagram @ndorobeii itu menuliskan keterangan yang menarasikan warga menolak pemakaman dua jenazah yang positif virus Corona (COVID-19).

Seperti dilihat detikcom, Rabu (1/4/2020) pukul 16.39 WIB, akun Instagram @ndorobeii mengunggah tiga video dan satu foto sekitar 3 jam yang lalu.

Turut dituliskan caption:
‘Pemakaman 2 Jenazah yang positif corona dimakamkan di pekuncen kab banyumas tanpa seizin warga lalu ditolak warga , info karena bukan warga asli setempat
.
Berita Via whatsapp @neng_chabie25

Dalam video tersebut, tampak warga berkerumun dengan berteriak dan memukul kentongan mengiringi kedatangan ambulans berpelat merah bernopol H-9507-TG. Ambulans warna putih itu bertulisan ‘Pemerintah Provinsi Jawa Tengah RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto’.

Terlihat juga Bupati Banyumas Achmad Husein dan polisi memberi penjelasan kepada warga. Video itu telah mendapatkan ratusan komentar dan ribuan like.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Karyoto membenarkan peristiwa dalam video itu.

Karyoto menjelaskan alasan utama warga menolak pemakaman jenazah pada Selasa (31/3) kemarin itu. Karyoto menyebut warga dibohongi.

“Alasan penolakan, warga dibohongi oleh petugas. Kemarin Selasa (31/3) siang itu banyak kendaraan pelat merah kliweran (berseliweran) ke sana (lokasi), mencari temu, mencari posisi. Kami sama sekali tidak ada informasi dan pemberitahuan ke pemerintah desa,” jelasnya.

“Tahu-tahu tadi malam itu listrik mati, apakah sengaja dimatikan atau tidak, kami tidak tahu yang jam 7 itu (19.00). Kemudian setelah itu datang dua ambulans dan sekitar enam mobil dinas lainnya,” sambungnya.

Kemudian, lanjut Karyoto, warga terkejut setelah mengetahui bahwa itu adalah proses pemakaman jenazah pasien Corona. Warga pun melayangkan protes dan penolakan.

Sedangkan tempat pemakaman itu berada di perbatasan antara Desa Tumiyang dan Desa Karang Tengah. Warga menolak karena lokasi pemakaman jenazah dipilih di lokasi yang dekat permukiman.

“Dekat dengan perkampungan warga kami, khususnya yang di RT 4/5, kurang-lebih ada 100 meteran. Ini yang menyulut kemarahan masyarakat. Imbauan-imbauan dari pemerintah sudah diikuti-dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat kami, tapi sebaliknya dari pemerintah juga justru seperti itu,” kata Karyoto.

Karyoto menjelaskan, setelah warga Desa Tumiyang tahu informasi untuk penguburan jenazah itu, mereka langsung ikut memblokade jalan dan memukuli kentongan.

“Mobil itu tidak boleh keluar. Tuntutan masyarakat harus dipindah makamnya, itu jangan di situ digali,” ujarnya.

Sumber Berita
detikcom
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close