Sampai Kapan #dirumahaja ini Segera Berakhir?

Abadikini.com, JAKARTA – Virus Corona (covid-19) selama 2 minggu lebih ini telah menjadi hantu bagi kita semua dan bahkan seluruh masyarakat dunia juga terkena dampaknya. Di berita tv, media cetak, online hampir setiap hari kita mendengarnya mulai dari, berapa kasus, pasien yang positif, dan yang meninggal dunia.

Berdasarkan data dari website covid19.go.id per 31Maret 2020 last update pukul 15.32 Wib di Indonesia adalah 1,414 kasus, 75 sembuh, meninggal dunia 122 orang. Ini sungguh menjadi sebuah tamparan bagi bangsa ini.

Semua akses khususnya di daerah sudah mulai ditutup, aktivitas dibatasi, dan bahkan di DKI Jakarta juga tak mau kalah, bekerja di rumah, belajar di rumah semua-semua di rumah demi untuk pencegahan dari virus yang mematikan tersebut.

Sebagai seorang profesional yang bergerak di bidang konsultan hukum/lawyer sayapun merasakan dampaknya yang sangat luar biasa ini. Hampir sebagian aktivitas saya 2 minggu lebih ini saya habiskan ya bahasa kerennya saat ini adalah #dirumahaja fikiran sudah mulai buntu sempat berfikir kalau lama-lama seperti ini akan menjadi tidak produktif karena sebagai makhluk sosial sungguh sangat berasanya. Musibah ini bukan salah siapa-siapa, dan kita tak perlu untuk saling menyalahkan satu sama lain seperti mengutip lirik lagu dari band Boomerang ini memang sebuah tragedi dan bahkan kematian akan mengancam manusia setiap harinya jika kita anggap enteng wabah ini.

Sampai saat ini pemerintah pusat dan daerah tengah sibuk dengan cara apa untuk meminimalisir wabah pandemi corona tersebut saya berfikiran mereka seperti tukang sensus catat sana catat sini mulai dari jumlah korbannya dan bahkan yang meninggal dunia. Ada yang mendesak pemerintah pusat untuk secepatnya mengambil kebijakan lockdown tapi ingat jika memang harus perlu untuk melockdown harus fikirkan dulu rakyat yang bekerja mendapatkan upah harian bagaimana nasibnya macam ojol, buruh harian mau makan apa mereka disaat memikirkan ancaman virus covid -19 yang menjadi sebuah hantu bagi rakyat.

Bagi saya pribadi lockdown, karantina wilayah tak masalah demi untuk pencegahan virus dari Wuhan tersebut tapi harus dipersiapkan terlebih dulu logistiknya apakah sudah oke jika tidak yang ada rakyat akan berteriak- teriak seperti contoh India disaat lockdown diterapkan rakyat menjadi sengsara rusuh bergejolak itu merupakan sebuah catatan yang harus diperhatikan secara serius.

Terkadang saya berfikir sampai kapan tragedi nasional ini dan bahkan dunia akan segera berakhir dan kapan kita tidak cuma #dirumahaja menjalankan aktivitas kerasnya kehidupan diluaran sana? Jawabannya kita lihat saja 2 minggu kedepan. Tarik lagi kopi dan rokoknya.

Oleh: Ziki Osman (Ucok) Mantan Sekjen KMM UIJ Sekaligus Pengacara Muda

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close