Bulan Madu di Tengah Wabah Corona

Abadikini.com, JAKARTA – Kukuh Sukmana (31) dan Rosdiana Masita (30) semestinya tengah berbahagia mengemas segala kebutuhan untuk berbulan madu. Setelah berpacaran jarak jauh antara Banyumas-Boyolali selama 5 tahun, keduanya baru saja melangsungkan pernikahan pada Sabtu (7/3) lalu.

Baca Juga

Jauh-jauh hari, pasangan pengantin ini telah berencana menghabiskan waktu berdua berjalan-jalan ke Malang, Jawa Timur pada Rabu (25/3) sampai Minggu (29/3) mendatang. Rencana itu lalu mereka gagalkan.

Latar belakang pembatalan itu, Virus Corona atau Covid 19 yang tengah menjadi pandemi di berbagai wilayah membuat mereka was-was untuk bepergian. Mereka tak ingin menanggung resiko menjalani awal kehidupan baru sebagai pesakitan.

“Justru yang ada di tas saya sekarang masker, hand sanitizer dan tisu. Soalnya saya masih harus bolak balik Boyolali-Banyumas,” kata Kukuh, Jumat (20/3).

Meski tak bisa menikmati biduk rumah tangga di tempat yang sama, Kukuh awalnya merasa santai karena sejak masa pacaran sudah pernah menjalin long distance relationship alias LDR. Dari awal, ia dan istrinya berkomitmen untuk menghabiskan waktu bersama tiap akhir pekan.

Sejak Virus Corona berjangkit serempak dimana-mana, Kukuh tak bisa memungkiri selalu dibayangi ras was-was berpotensi terpapar saat melakukan perjalanan mengunjungi sang istri. Maklum, menumpang kereta api dari Banyumas ke Solo mesti berbagi ruang dengan banyak orang yang tak dikenal. Duduk di gerbong kereta, Kukuh memilih membatasi diri untuk tidak berinteraksi dengan penumpang lain.

Dari Solo melanjutkan perjalanan ke Boyolali untuk menemui istrinya, Kukuh beralih memanfaat jasa pelayanan ojek online. Sepanjang perjalanan, ia juga tak berkomunikasi dengan pengemudi. Perilaku ini, ia akui membuatnya tak nyaman.

“Terakhir kali saya dari Boyolali pada Selasa (17/3) lalu. Penumpang kereta api penuh tapi suasananya sunyi. Padahal biasanya penumpang kereta api kelas ekonomi pasti saling ngobrol,” katanya.

Di kediaman istrinya, Kukuh memilih melakukan aktivitas di dalam rumah. Keduanya membuat daftar judul-judul film yang akan mereka tonton berdua. Cara ini untuk menggantikan kebiasaan mereka yang gemar mengunjungi bioskop.

Selain itu, mereka akan memasak bersama mencoba menu-menu baru memanfaatkan resep makanan bertukar dengan keluarga, teman atau memanfaatkan mesin pencari web. Kegiatan ini untuk menggantikan kebiasaan mereka berwisata kuliner.

Kukuh dan Ana mau berkeputusan mengisolasi diri, menahan diri untuk mencari kebahagiaan di luar rumah. Mereka menjauhi kerumunan sebagai cara utama untuk menghindari potensi penularan Covid-19.

“Situasi ini tidak pernah saya bayangkan. Justru dulu yang saya bayangkan bakal jalan-jalan ke berbagai tempat wisata yang romantis. Saat ini, justru sebaliknya. Kami harus hidup soliter dengan meminimalkan kontak langsung dan menjaga jarak dengan orang lain,” kata Kukuh.

Bagi Kukuh, keputusan mereka berbulan madu di rumah justru bagian dari gerakan solidaritas untuk kesehatan banyak orang. Meminimalisir kegiatan di luar rumah atau menerapkan social distancing, demi mencegah perluasan penyebaran virus corona.

Tak jauh berbeda, Himawan L Nugraha (28) dan Olifa Nur Yulisa (25). Di tengah situasi pandemi Corona, mereka juga memilih untuk menciptakan kebahagiaan di dalam rumah.

Pasangan ini baru melangsungkan pernikahan sepekan lalu, Sabtu (14/3) di Banyumas, Jawa Tengah. Dua hari di kampung halaman, karena tuntutan pekerjaan, mereka kembali ke Jakarta tinggal di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sehari-hari Himawan bekerja sebagai jurnalis foto, sedang Olif bekerja sebagai karyawati bank. Mereka berdua memutuskan untuk membatalkan bulan madu sebab merebaknya Virus Corona. Keduanya tak ingin, masa-masa bahagia yang tengah mereka jalani justru berujung bencana.

“Sejak awal virus ini merebak meliputi daerah geografi yang luas, saya sudah memikirkan tidak bulan madu bepergian ke lokasi tertentu,” kata Himawan melalui sambungan telepon.

Uniknya, aktivitas yang pertama mereka kerjakan saat kembali ke Jakarta yakni membuat disinfektan. Mereka ingin memastikan aktivitas yang akan lebih banyak dihabiskan di dalam rumah benar-benar aman dan nyaman.

“Istriku masih cuti. Keluar paling ke warung saja. Atau beli sayur dekat-dekat rumah. Kalau aku, seusai liputan, langsung mandi dan cuci baju. Ingin memastikan benar-benar bersih saja,” jelasnya.

Himawan mengakui, ikut serta menerapkan social distancing, demi mencegah perluasan penyebaran Virus Corona telah memodifikasi perilakunya. Kebiasaan baru yang ia lakukan seperti membeli berbagai camilan, buah dan minuman ringan untuk pasokan makanan selama beberapa hari. Pembelian ini untuk membatasi diri agar tak bolak-balik ke luar rumah.

Kebiasan baru lainnya, ia dan istrinya, mencari hiburan dengan berlangganan aplikasi penyedia layanan media streaming digital untuk menonton beberapa program film dan televisi. Padahal sebelumnya, Himawan tak pernah berlangganan aplikasi berbayar apapun untuk memperoleh hiburan.

“Virus corona ini juga memodifikasi perilaku kita untuk untuk menjaga kebersihan diri dan kediaman. Mungkin juga mengubah pola kita mendapat hiburan,” ujarnya.

Agar suasana romantis tetap tumbuh di dalam rumah, pengantin baru ini memanfaatkan pengharum ruangan alami menggunakan tanaman-tanaman herbal. Keduanya di tengah wabah Corona, menyiasati diri menciptakan momen-momen indah menjalani bulan madu di dalam rumah.

Bila bulan madu, umumya identik dengan perjalanan yang biasanya dilakukan oleh pasangan pengantin baru ke tempat-tempat yang romantis, terpencil, eksotik, atau lainnya, Kukuh dan Ana juga Himawan dan Olif justru membangun berbagai keromantisan itu di dalam rumah.

Di tengah wabah korona, rumah bagi mereka telah menjadi benteng penjaga bagaimana pasangan pengantin ini saling menjaga satu sama lain, berbagi cinta dan melakoni suka duka bersama.

Sumber Berita
Merdeka

Baca Juga

Back to top button