Trending Topik

PKS Usul Ekspor Ganja Narkoelektoral atau Narkodemokrasi?

Rapat Komisi VI DPR, Kamis (31/1/2020) jadi gaduh ke seantero negeri karena ada yg asal usul soal ekspor ganja. Ekspor ganja atau produk olahannya menuntut pemerintah harus merubah aturan untuk ‘legalisasi ganja’ beserta produk olahannya. Sontak usul ini bak durian jatuh bagi 3,6 juta pengguna ganja di Indonesia. PKS jadi sorotan, semua curiga dan berkata “entah apa yang merasuki PKS hingga berniat mengekspor ganja?”

Secara elektoral, apa mungkin PKS sudah hopeless untuk memperluas basisnya usai eksodus massal Anis Matta Cs sehingga harus cari basis alternatif dari 3,6 juta pengguna ganja di Indonesia? Atau lebih horor lagi usulan Rafli ini memang aspirasi dari bandar dan pengedar.

Paling tidak masyarakat jadi terkesima dengan usulan ekspor ganja. PKS bisa dikatakan mempelopori narkoelektoral atau narkodemokrasi. Ya, itulah kira-kira istilah yang tepat buat mereka yang coba mengangkat wacana legalisasi narkoba untuk mendapat insentif elektoral dari para pecandu yang jumlahnya tidak sedikit di negeri ini.

Angka 3,6 juta tentu jumlah yang fantastis. Angka itu baru pengguna ganja saja yang masih jadi primadona diikuti sabu dan ekstasi dibelakangnya.

Ganja masih ilegal berdasar regulasi yang ada dan tentu aparat bekerja sesuai regulasi yang ada. Polri dan BNN boleh curiga dan punya wewenang untuk memeriksa mereka yang usulkan ekspor ganja.

Reaksi Pertama adalah Sebuah Kejujuran!

Manuver Rafli akhirnya dapat teguran dari Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini. Namun, sebelum itu, Mulyanto yang tidak lain Wakil Ketua Fraksi PKS malah pasang badan dan membela Rafli. Menarik untuk disimak, ada disenting opinion antara Ketua dan Wakil Ketua Fraksi PKS dalam menyikapi usulan ekspor ganja dari Rafli.

Reaksi pertama dari Mulyanto Wakil Ketua Fraksi PKS bernada membela Rafli kemudian diikuti reaksi kedua dari Jazuli Ketua Fraksi PKS yang bernada teguran keras bahkan mendesak Rafli untuk minta maaf. Yang bikin heran masyarakat di luar Senayan, kenapa pimpinan Fraksi PKS tidak kompak dalam menyikapi usulan ekspor ganja?

Aparat yang terbiasa melakukan penyelidikan dan penyidikan tentu boleh curiga dengan ketidak kompakan sikap pimpinan Fraksi PKS. Biasanya reaksi pertama merupakan reflek yang bersifat tak sadar sehingga reaksi pertama adalah sebuah KEJUJURAN dan reaksi kedua adalah sebuah PEMBELAAN, begitulah kira-kira.

Terakhir, tidak ada saran dan masukan untuk pimpinan Fraksi PKS di Senayan yang sudah canggih dan pandai memainkan rumus narkoelektoral atau narkodemokrasi kecuali hanya sekadar salam kompak selalu wkwkwkwkwkwk…

Jakarta, 1/2/2020

Arkan Adib Wiratama

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close