Quo Vadis Revitalisasi Monas? Akankah Menjiplak Konsep Menara Eiffel

Abadikini.com, JAKARTA — Pemprov DKI ingin merevitalisasi kawasan Monas, agar tugu Monas bisa mudah terlihat seperti menara Eiffel di Paris, Prancis. Perbandingan antara Monas dan Eiffel ini tentu saja memantik pertanyaan: apa perbedaan kedua menara ini?

Sebagaimana dikutip dari laman Jakarta.go.id, Monas merupakan Tugu Peringatan Nasional yang didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda. Monas berada di pusat kota Jakarta yaitu di Lapangan Monas Jakarta Pusat dibangun pada tahun 1960.

Tugu Monas ini dibangun di areal taman seluas 80 hektare. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan F Silaban, dengan konsultan Ir Rooseno. Resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obelisk yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 137 meter.

Di dalam monas terdapat Museum Sejarah. Tinggi pelataran cawan 17 meter dan tinggi ruang Museum Sejarah 8 meter, luas pelataran cawan yang berbentuk bujur sangkar berukuran 45 meter X 45 meter merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI 17-8-1945.

Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin mencapai kemerdekaan.

Sementara itu, dikutip dari laman resmi toureiffel.paris, Menara Eiffel dibangun oleh Gustave Eiffel sebagai Eksposisi Universelle (acara pameran dunia) 1889, untuk merayakan peringatan 100 tahun Revolusi Prancis. Menara Eiffel ini terbuat dari logam besi.

Pembangunannya dilakukan dalam kurun waktu 2 tahun, 2 bulan dan 5 hari. Menara Eiffel ini merupakan simbol dari kecakapan teknologi, ketika era industrialisasi dimulai. Dalam dua tahun terakhir, menara ini dipakai sebagai menara pemancar radio publik.

Menara ini memiliki tinggi mencapai 324 meter dengan berat besi hingga 10.100 ton. Menara ini tidak ditopang cawan penampang seperti Monas, tetapi topang empat 4 pilar penopang. Luasnya mencapai 124,90 meter. Menara Eiffel ini berada di areal taman Champ de Mars yang memiliki luas 24 hektare.

Sejak 1980-an, monumen telah mengalami proses renovasi dan pemugaran secara teratur. Menara Eiffel dihiasi dengan sekitar 20.000 lampu neon yang bisa berpendar-pendar tiap 5 menit sekali. Menara Eiffel ini tidak memiliki museum seperti monas, tapi Eiffel memiliki tiga lantai yang bisa dipakai untuk melihat pemandangan Kota Paris.

Sebelumnya, Sekda DKI Jakarta Saefullah mengaku revitalisasi kawasan Monas bagian selatan dibuat untuk menarik perhatian wisatawan. Saefullah mengatakan revitalisasi dilakukan agar wisatawan yang ada di Jalan Medan Merdeka Selatan bisa gampang melihat tugu Monas. Untuk diketahui, saat ini proses revitalisasi Monas sedang disetop sementara.

“Jadi ini betul-betul kita ingin ada kenyamanan bagi pengunjung Monas, baik yang datang dari Jakarta sendiri, luar Jakarta, mungkin juga turis mancanegara yang datang supaya berkelas Monas. Jadi kalau datang ke Merdeka Selatan, ‘Mana sih Monas? Eh itu, kayak Menara Eiffel’ gitu,” ucap Saefullah kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (30/1/2020).

Menurut Saefullah, pekerjaan revitalisasi Monas di bagian selatan adalah bagian kecil dari keseluruhan revitalisasi. Namun, bagian selatan itu menjadi pusat perhatian.

“Yang kita kerjakan di 2019 ini sebagian kecil. Di bagian selatan sebagian kecil saja supaya sudut pandang Monas menurut ahli yang terlibat dalam sayembara, nanti akan jadi pemandangan ke Monas ini dari sudut yang paling central,” ucap Saefullah.

Sumber Berita
detik.com
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close